[INFORMATION] Last Day in Here, Please Visit the New “Home”
Tak terasa sudah hampir dua tahun saya menulis di blog tercinta ini, berawal dari tulisan saya yang ingin agar para pembaca mendapatkan ilmu dari tulisan saya (apa betul? hahaha) maka dipilihlah what you see is what you get, apa yang kamu lihat itu yang kamu dapatkan. Semoga tulisan yang banyak dilihat disini bisa didapatkan maknanya juga (hahaha). Tapi jangan khawatir, bukan berarti saya berhenti menulis, saya merasa rumah saya disini sudah usang, maka saya pindah ke rumah baru. Betul, no more watyusiiswatyuget, sekarang saya pindah ke rumah baru yang kurang lebih (persis) sama dengan yang ini, haha, alamatnya ada dibawah berikut:
So, bagi kalian yang masih ingin melihat saya menulis lagi soal apapun itu khususnya film (apa bener mau lihat? hehe) kalian bisa langsung datangi alamat baru saya diatas yang bernama zerosumo, well, entah kenapa, hanya bosan saja dengan rumah ini. Silakan kunjungi rumah baru saya dan jangan lupa subscribe juga rumah baru saya, saya pun pasti akan subscribe balik blog kalian semua. Sekarang semuanya sedang dalam renovasi, jadi belum bisa memindahkan semua blogroll para teman-teman movie blogger yang sudah dengan setianya menyimpan link blog ini di blog kalian, soon, di rumah baru, saya akan menyimpan link kalian, hehe. So, have a nice day, don’t forget to visit! cheers!
Heartbreaker (2010) Highly Recommended!
Sinopsis: A terrifically entertaining new romantic comedy from first time director Pascal Chaumeil, may just be the answer to all of your summer blockbuster woes. Re-envigorating an often tiresome formula as only the French can, this effortlessly charming romp stars the suave Romain Duris (The Beat that My Heart Skipped) as Alex, a globe-trotting playboy ingenue with a business all his own – he’s hired by friends, family or jealous lovers to break up relationships. But when this professional casanova meets his toughest mark yet in the gorgeous Juliette (Vanessa Paradis), will his game finally change?
Ada satu film Perancis yang lumayan kocak yang baru saya tonton. Judulnya adalah Heartbreaker, film yang rilis tahun lalu ini adalah film yang mengisahkan profesi seseorang yang aneh, yaitu spesialis memutuskan hubungan pasangan yang tidak bahagia. Betul, film yang bisa dibilang berbau drama komedi sekaligus romantis ini berhasil membuat saya tertawa puas di siang hari.
Wanita yang sudah punya pasangan mempunyai tiga karakteristik, yang pertama, wanita tersebut bahagia, yang kedua, wanita tersebut tahu bahwa dirinya tidak bahagia, dan yang terakhir adalah, wanita tersebut tidak bahagia tapi tidak mau mengakuinya. Maka Alex (Duris) beserta dua rekannya yaitu Melanie (Ferrier) dan Marc (Damiens) adalah orang yang harus anda cari. Mereka bertiga adalah spesialis dalam memutuskan satu pasangan dimana wanitanya memliki karakteristik yang ketiga, yaitu tidak bahagia, tapi tidak mau mengakui kalau dirinya memang tidak bahagia bersama pasangannya yang sekarang.
Tapi berkat Alex dkk juga, wanita yang berhasil Alex kelabui menjadi terbuka mata dan hatinya untuk meninggalkan pasangan lamanya yang tidak membuat dirinya bahagia dan mencari lagi yang lain dengan semangat baru tentunya. Betul, Alex dkk adalah trio handal yang dapat mematahkan hati pasangan yang memang tidak bahagia. Hingga suatu hari datang tugas berat, dimana klien Alex adalah seorang bos mafia bernama Van Der Beck (Frantz). Van Der Beck menginginkan Alex untuk Read the rest of this entry
The Company Men (2011)
Mungkin Anda masih ingat dengan film berjudul Up In The Air yang dibintangi oleh George Clooney? Film yang mengisahkan suka duka menjadi orang yang bertugas memecat karyawan ternyata tidak mengenakkan juga bukan? Lalu tahun ini muncul film yang sama-sama mengisahkan soal pemecatan. Jika Up In The Air mengisahkan pemecatan dari sudut pandang orang yang memecat, maka film berjudul The Company Men yang dibintangi oleh sutradara The Town yaitu Ben Affleck ini mengisahkan pemecatan dari sudut pandang orang yang dipecat.
Berlatarkan tahun 2008 ketika negeri paman sam sedang mengalami krisis keuangan. Hampir semua pelaku bisnis kena imbasnya, tidak terkecuali perusahaan tempat Bobby (Affleck) bekerja. Ya, tidak ada hujan, tidak ada petir, Bobby tiba-tiba dipecat bersama ratusan karyawan lainnya, padahal Bobby sudah bekerja selama belasan tahun pada perusahaan yang telah menghidupinya.
Bukan hanya Bobby, rekan Bobby yang lain yaitu Phil (Cooper) juga kebagian dipecat pada kloter selanjutnya. Persamaan Bobby dan Phil adalah mereka bekerja di satu divisi di perusahaan yang bergerak di bidang transportasi tersebut. Tidak cukup sampai disitu, kloter selanjutnya giliran bos Bobby dan Phil yaitu Gene (Jones) yang dipecat oleh atasan yang notabene adalah rekannya sendiri dalam memulai perusahaannya tersebut.
Demi penghematan dan memaksimalkan pendapatan, perusahaan dimana Bobby, Phil dan Gene menggantungkan hidupnya harus mengambil langkah “kejam” agar bisa bertahan dari krisis keuangan yang melanda negeri adidaya tersebut. Maka The Company Men mengisahkan tiga karakter yang bisa dibilang berbeda jabatan dalam menghadapi kehidupan selanjutnya setelah Read the rest of this entry
The Fighter (2010)
Sinopsis: Inspired by an incredible true story, comes the gritty, affectionately humorous, yet stirring comeback tale of the unlikely boxing hero, “Irish” Micky Ward (Mark Wahlberg), and his half-brother, Dicky Eklund (Christian Bale), who had to come apart as opponents before coming together as brothers in a scrappy fight to win a long-shot championship and strengthen the bonds of their family.
Akhirnya sang Batman bisa menemani Joker yang sudah terlebih dahulu mendapat piala Oscar untuk best actor in supporting role di ajang bergengsi kemarin. Film apakah yang membuat Christian Bale mendapatkan penghargaan tersebut? apalagi kalau bukan film garapan David O. Russell yang berjudul The Fighter. Film yang diambil dari kisah nyata petinju legendaris pada masanya yaitu Micky Ward dan pelatihnya yang tidak lain adalah kakaknya sendiri Dicky Eklund, mantan juara yang telah berhasil meng-KO Sugar Ray Leonard ini disajikan dengan sederhana tapi dapat membuat saya ikut terhanyut dalam kisah jatuh bangun karir seorang Micky Ward dan orang-orang di sekelilingnya yang terus mendukungnya.
Pride of the Lowell, itu adalah julukan bagi Dicky Eklund (Bale) yang beberapa tahun silam telah membuat kota Lowell di Massachusetts bangga akan aksinya dalam meng-KO seorang petinju kuat lainnya yaitu Sugar Ray Leonard. Tapi waktu terus berjalan, euforia Dicky sudah berakhir di tahun 1993, tapi Dicky merasa selalu mengalami euforia kemenangan tersebut di otaknya apalagi kalau bukan karena efek obat-obatan yang telah meracuni dirinya. Beda halnya dengan adiknya Micky Ward (Wahlberg) yang memang mengikuti jejak kakaknya bukan sebagai junkie tapi sebagai Read the rest of this entry
I’m Here (2010)
Sinopsis: A boy-meets-girl love story, set in LA and experienced by robots, I’M HERE premiered at the 2010 Sundance Film Festival to great critical acclaim. Filled with gorgeous photography, behind-the-scenes ephemera, and funny, insightful interviews, There Are Many of Us (McSweeney’s) celebrates the uniquely spontaneous making of the film I’m Here, The book includes an original CD soundtrack as well as a DVD of the movie, with special bonus content.
Running Time: 29 min.
In Theaters: Sep 23, 2010 Limited
Distributor:D&E Entertainment
Directed By: Spike Jonze
Genre: Drama, Special Interest
Selain gemar memerankan nenek tua gendut bersama Irving “Knoxville” Zisman dalam semua film Jackass, Spike Jonze adalah salah satu sutradara yang mempunyai karya-karya film unik nan aneh yang banyak mendapat pujian sana sini. Dari Adaptation, Being John Malkovich hingga Where The Wild Things Are, bisa diambil kesimpulan bahwa film-film karyanya memang berkonsep “out of the box”. September 2010 kemarin, Spike Jonze kembali mempersembahkan film teranyarnya yang berjudul I’m Here, tapi dengan format yang beda. Ya, film yang mengisahkan tentang hubungan romantis antar robot itu adalah sebuah film pendek yang hanya berdurasi 30 menit.
I’m Here adalah sebuah film yang mengisahkan percintaan sepasang robot manusia yang mengambil setting entah masa depan entah alternate version of earth di Los Angeles Amerika. Sheldon (Garfield) adalah robot yang bekerja sebagai asisten di suatu perpustakaan, hidupnya berjalan tenang, sunyi dan sendiri. Sheldon hidup sendiri walau sebenarnya dia selalu ingin tahu dan selalu ingin berkomunikasi dengan robot maupun manusia lain.
Hingga suatu waktu Sheldon bertemu seorang robot wanita bernama Francesca (Guillory). Maka sudah bisa ditebak, Sheldon dan Francesca pun makin akrab makin dekat dan akhirnya saling mencintai. Sampai pada akhirnya Sheldon tahu bahwa cinta sejati itu adalah pengorbanan tanpa rasa pamrih demi orang yang dicintainya apapun itu Read the rest of this entry
The King’s Speech (2010)
Sinopsis: After the death of his father King George V (Michael Gambon) and the scandalous abdication of Prince Edward VII‘s (Guy Pearce), Bertie (Colin Firth) who has suffered from a debilitating speech impediment all his life, is suddenly crowned King George VI of England. With his country on the brink of war and in desperate need of a leader, his wife, Elizabeth (Helena Bonham Carter), the future Queen Mother, arranges for her husband to see an eccentric speech therapist, Lionel Logue (Geoffrey Rush). After a rough start, the two delve into an unorthodox course of treatment and eventually form an unbreakable bond. With the support of Logue, his family, his government and Winston Churchill (Timothy Spall), the King will overcome his stammer and deliver a radio-address that inspires his people and unites them in battle. Based on the true story of King George VI, The King’s Speech follows the Royal Monarch’s quest to find his voice.
Ini dia film yang menyabet gelar best picture dalam ajang bergengsi Academy Awards alias Oscar tahun ini. The King’s Speech garapan sutradara yang namanya jarang terdengar, yaitu Tom Hooper. Wajar saja karena The King’s Speech ini adalah film kedua yang dia komandani setelah sebelumnya sukses menyajikan (lagi-lagi) kisah biografi seorang pelatih sepak bola Inggris kontroversial era 60-an Brian Clough dalam The Damned United.
Kali ini Tom Hooper menyajikan kisah raja gagap di Inggris pada tahun 30-an, siapa lagi kalau bukan King George VI. Sepeninggal kematian ayahnya King George V (Gambon) Bertie (Firth) yang kelak menjadi King George VI harus memenuhi kewajibannya untuk meneruskan takhta sang ayah sebagai raja Inggris yang sebelumnya dipegang oleh kakaknya Prince Edward VII alias David (Pearce). Karena skandal yang dialami David, maka mau tak mau Bertie harus menjadi raja berikutnya di Inggris. Sayang sekali Bertie bukanlah orang yang pandai berbicara apalagi berbicara di depan umum. Hal tersebut dikarenakan penyakit “gagap”-nya yang makin parah jika dia harus berpidato.
Khawatir dengan keadaan Bertie, sang istri (queen) Elizabeth (Carter) mencari bantuan medis. Maka ditemuilah seorang ahli terapi berbicara (profesi yang unik bukan?) yaitu Lionel (Rush). Dengan metode aneh nan unik Lionel, lambat laun Bertie mulai bisa mengatasi kegagapannya ketika berbicara apalagi berbicara Read the rest of this entry
