The King’s Speech (2010)

TKS

Sinopsis: After the death of his father King George V (Michael Gambon) and the scandalous abdication of Prince Edward VII‘s (Guy Pearce), Bertie (Colin Firth) who has suffered from a debilitating speech impediment all his life, is suddenly crowned King George VI of England. With his country on the brink of war and in desperate need of a leader, his wife, Elizabeth (Helena Bonham Carter), the future Queen Mother, arranges for her husband to see an eccentric speech therapist, Lionel Logue (Geoffrey Rush). After a rough start, the two delve into an unorthodox course of treatment and eventually form an unbreakable bond. With the support of Logue, his family, his government and Winston Churchill (Timothy Spall), the King will overcome his stammer and deliver a radio-address that inspires his people and unites them in battle. Based on the true story of King George VI, The King’s Speech follows the Royal Monarch’s quest to find his voice.

  • Release Date:November 26th, 2010
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Tom Hooper
  • Writer:David Seidler
  • Studio:The Weinstein Company
  • Genre:Drama, History
  • Ini dia film yang menyabet gelar best picture dalam ajang bergengsi Academy Awards alias Oscar tahun ini. The King’s Speech garapan sutradara yang namanya jarang terdengar, yaitu Tom Hooper. Wajar saja karena The King’s Speech ini adalah film kedua yang dia komandani setelah sebelumnya sukses menyajikan (lagi-lagi) kisah biografi seorang pelatih sepak bola Inggris kontroversial era 60-an Brian Clough dalam The Damned United.

    Kali ini Tom Hooper menyajikan kisah raja gagap di Inggris pada tahun 30-an, siapa lagi kalau bukan King George VI. Sepeninggal kematian ayahnya King George V (Gambon) Bertie (Firth) yang kelak menjadi King George VI harus memenuhi kewajibannya untuk meneruskan takhta sang ayah sebagai raja Inggris yang sebelumnya dipegang oleh kakaknya Prince Edward VII alias David (Pearce). Karena skandal yang dialami David, maka mau tak mau Bertie harus menjadi raja berikutnya di Inggris. Sayang sekali Bertie bukanlah orang yang pandai berbicara apalagi berbicara di depan umum. Hal tersebut dikarenakan penyakit “gagap”-nya yang makin parah jika dia harus berpidato.

    Khawatir dengan keadaan Bertie, sang istri (queen) Elizabeth (Carter) mencari bantuan medis. Maka ditemuilah seorang ahli terapi berbicara (profesi yang unik bukan?) yaitu Lionel (Rush). Dengan metode aneh nan unik Lionel, lambat laun Bertie mulai bisa mengatasi kegagapannya ketika berbicara apalagi berbicara di depan umum. Bukan hanya pengobatan secara fisik saja tapinya, lambat laun pula Bertie dan Lionel makin dekat dan akhirnya sering berbagi keluh kesah yang dihadapi masing-masing insan berbeda kasta ini.

    The King’s Speech bukan hanya menawarkan uniknya cara Lionel dalam mengobati penyakit gagap sang raja. Tapi menawarkan sebuah persahabatan sang raja dengan ahli terapisnya yang bukan hanya mengobati gagapnya saja, tapi juga mengobati kepribadian sang raja yang sebelumnya rapuh menjadi sebuah kepribadian seorang raja sejati yang bisa menyatukan rakyatnya dalam satu suara.

    Tidak bisa dipungkiri, standing ovation saya berikan pada Colin Firth yang telah memerankan Bertie alias King George VI dengan sangat apik nan sempurna. Hal tersebut makin sempurna dengan adanya karaker Lionel Logue yang diperankan sama sempurnanya oleh Geoffrey Rush. Interaksi kedua orang ini justru yang membuat film The King’s Speech makin hidup dan bermakna. Sementara para aktor gemilang lainnya seperti ditelan oleh performa Colin Firth dan Geoffrey Rush, sebut saja Helena Bonham Carter yang berperan sebagai Queen Elizabeth yang tidak begitu memorable di mata saya, sama halnya dengan Guy Pearce dan Michael Gambon yang tampil selewat.

    Well, tanpa performa apik Colin Firth dan Geoffrey Rush saya jamin film ini bakal menjadi film drama biografi biasa. Penghargaan Oscar yang diberikan untuk Colin Firth sebagai best actor pun saya kira memang pada tempatnya. Penampilannya sebagai raja yang gagap sekaligus temperamental dapat membuat saya tersenyum sekaligus ikut terenyuh pada momen-momen tertentu.

    Untuk sebuah film sekelas Oscar, saya kira The King’s Speech bisa menjadi pilihan tepat untuk tontonan anda. Tapi jujur, sebagai sebuah film, saya menganggap film ini bagus. Ya, bagus, cukup itu, tidak terlalu istimewa dan menurut saya terlalu overrated. apalagi ketika Tom Hooper memenangkan kategori best director mengalahkan David Fincher, Darren Aronofsky dan Christopher Nolan yang notabene di mata saya punya kualitas lebih baik dari Tom Hooper.

    Tapi itulah Oscar dengan segala misterinya. Walau tahun ini tidak ada film yang berhasil sapu bersih semua penghargaan, at least masih ada tontonan yang menarik dan inspiring untuk waktu yang lumayan lama mungkin? Apakah itu The King’s Speech ini atau film lain yang bersanding dengan The King’s Speech di kategori best picture? Entahlah, yang jelas kisah si raja gagap dari Inggris ini adalah tontonan yang menarik sekaligus menghibur. Well enough Tom Hooper. Enjoy the tale of stammer King George VI guys!

    RATING: 3.5/5

    2 thoughts on “The King’s Speech (2010)

    1. emang bagus ini film.
      walaupun untuk film2 berkategori drama, saya lebih suka liat di video. tapi krn bisa saj aini film terakhir di bioskop indonesia, tentu takkan terlewaatkan!
      udah nonton kok

      1. hehe trims bung iwan udah mampir, tenang saja, semoga sengketa film impor di negeri ini segera berakhir, jadi TKS ini tidak akan jadi film terakhir di indo, tenang saja😀

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s