Heartbreaker (2010) Highly Recommended!


HB

Sinopsis: A terrifically entertaining new romantic comedy from first time director Pascal Chaumeil, may just be the answer to all of your summer blockbuster woes. Re-envigorating an often tiresome formula as only the French can, this effortlessly charming romp stars the suave Romain Duris (The Beat that My Heart Skipped) as Alex, a globe-trotting playboy ingenue with a business all his own – he’s hired by friends, family or jealous lovers to break up relationships. But when this professional casanova meets his toughest mark yet in the gorgeous Juliette (Vanessa Paradis), will his game finally change?

  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Studio:IFC Films
  • Genre:Comedy
  • Ada satu film Perancis yang lumayan kocak yang baru saya tonton. Judulnya adalah Heartbreaker, film yang rilis tahun lalu ini adalah film yang mengisahkan profesi seseorang yang aneh, yaitu spesialis memutuskan hubungan pasangan yang tidak bahagia. Betul, film yang bisa dibilang berbau drama komedi sekaligus romantis ini berhasil membuat saya tertawa puas di siang hari.

    Wanita yang sudah punya pasangan mempunyai tiga karakteristik, yang pertama, wanita tersebut bahagia, yang kedua, wanita tersebut tahu bahwa dirinya tidak bahagia, dan yang terakhir adalah, wanita tersebut tidak bahagia tapi tidak mau mengakuinya. Maka Alex (Duris) beserta dua rekannya yaitu Melanie (Ferrier) dan Marc (Damiens) adalah orang yang harus anda cari. Mereka bertiga adalah spesialis dalam memutuskan satu pasangan dimana wanitanya memliki karakteristik yang ketiga, yaitu tidak bahagia, tapi tidak mau mengakui kalau dirinya memang tidak bahagia bersama pasangannya yang sekarang.

    Tapi berkat Alex dkk juga, wanita yang berhasil Alex kelabui menjadi terbuka mata dan hatinya untuk meninggalkan pasangan lamanya yang tidak membuat dirinya bahagia dan mencari lagi yang lain dengan semangat baru tentunya. Betul, Alex dkk adalah trio handal yang dapat mematahkan hati pasangan yang memang tidak bahagia. Hingga suatu hari datang tugas berat, dimana klien Alex adalah seorang bos mafia bernama Van Der Beck (Frantz). Van Der Beck menginginkan Alex untuk Continue reading

    I’m Here (2010)


    I'm Here

    Sinopsis: A boy-meets-girl love story, set in LA and experienced by robots, I’M HERE premiered at the 2010 Sundance Film Festival to great critical acclaim. Filled with gorgeous photography, behind-the-scenes ephemera, and funny, insightful interviews, There Are Many of Us (McSweeney’s) celebrates the uniquely spontaneous making of the film I’m Here, The book includes an original CD soundtrack as well as a DVD of the movie, with special bonus content.

    Running Time: 29 min.

    In Theaters: Sep 23, 2010 Limited

    Distributor:D&E Entertainment

    Directed By: Spike Jonze

    Genre: Drama, Special Interest

    Selain gemar memerankan nenek tua gendut bersama Irving “Knoxville” Zisman dalam semua film Jackass, Spike Jonze adalah salah satu sutradara yang mempunyai karya-karya film unik nan aneh yang banyak mendapat pujian sana sini. Dari Adaptation, Being John Malkovich hingga Where The Wild Things Are, bisa diambil kesimpulan bahwa film-film karyanya memang berkonsep “out of the box”. September 2010 kemarin, Spike Jonze kembali mempersembahkan film teranyarnya yang berjudul I’m Here, tapi dengan format yang beda. Ya, film yang mengisahkan tentang hubungan romantis antar robot itu adalah sebuah film pendek yang hanya berdurasi 30 menit.

    I’m Here adalah sebuah film yang mengisahkan percintaan sepasang robot manusia yang mengambil setting entah masa depan entah alternate version of earth di Los Angeles Amerika. Sheldon (Garfield) adalah robot yang bekerja sebagai asisten di suatu perpustakaan, hidupnya berjalan tenang, sunyi dan sendiri. Sheldon hidup sendiri walau sebenarnya dia selalu ingin tahu dan selalu ingin berkomunikasi dengan robot maupun manusia lain.

    Hingga suatu waktu Sheldon bertemu seorang robot wanita bernama Francesca (Guillory). Maka sudah bisa ditebak, Sheldon dan Francesca pun makin akrab makin dekat dan akhirnya saling mencintai. Sampai pada akhirnya Sheldon tahu bahwa cinta sejati itu adalah pengorbanan tanpa rasa pamrih demi orang yang dicintainya apapun itu Continue reading

    Accepted (2006)


    Accepted

    Sinopsis: The comedy centers on a teenager who finds a unique way to outsmart his parents.

  • Release Date:August 18th, 2006
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Steve Pink
  • Writer:Adam Cooper, Bill Collage, Mark Perez
  • Studio:Universal Pictures
  • Genre:Comedy
  • Komedi klasik dari Justin Long, well, tidak begitu klasik, tahun 2006 lalu tepatnya film berjudul Accepted ini rilis. Tidak seperti komedi remaja lainnya yang gemar mengeksploitasi pergaulan remaja Amerika pada umumnya. Accepted hadir membawa tema pendidikan dengan cara anehnya sendiri.

    Bartleby Gaines (Long) adalah seorang remaja yang baru saja lulus SMU dan harus menghadapi fase berikutnya dalam kehidupan layaknya manusia biasa. Betul, Gaines harus menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu universitas. Tapi apa daya, semua universitas yang Gaines lamar menolaknya, apalagi kedua orang tua Gaines sangat kolot jika membahas soal pendidikan. Bukan hanya Gaines saja yang menderita karena tidak diterima di tiap universitas yang dilamarnya, ada Glen (Herschman), Hands (Short), Rory (Thayer) serta sahabat baiknya Schrader (Hill). Bedanya, Schrader diterima di universitas bergengsi karena koneksi dan tentu saja finansial keluarganya yang mendukung.

    Pusing memikirkan masa depan, Gaines dengan tindakan mustahilnya mulai merencanakan untuk membuat sebuah universitas fiktif dengan bantuan teman-temannya. Hal tersebut dilakukan agar orang tuanya bangga bahwa anaknya akhirnya bisa masuk universitas. Tapi keadaan berubah ketika universitas fiktif milik Gaines mulai dilirik banyak orang, terutama para remaja yang dahulu bernasib sama dengan Gaines, yaitu ditolak di tiap universitas. Apa boleh buat, universitas yang bernama South Harmon Institute of Technology yang biasa disingkat Continue reading

    Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives (2010) (Palme d’Or of Last Cannes!)


    Uncle-Boonme-Who-Can-Recall-His-Past-Lives

    Sinopsis: Suffering from acute kidney failure, Uncle Boonmee has chosen to spend his final days surrounded by his loved ones in the countryside. Surprisingly, the ghost of his deceased wife appears to care for him, and his long lost son returns home in a non-human form. Contemplating the reasons for his illness, Boonmee treks through the jungle with his family to a mysterious hilltop cave – the birthplace of his first life.

    Kita tahu bahwa The King’s Speech adalah film terbaik versi Oscar tahun ini, lalu apakah anda tahu film terbaik versi Cannes Festival tahun kemarin yang baru diputar di bioskop Amerika tahun ini? jawabannya adalah film asal Thailand yang digarap oleh Apichatpong Weerasethakul yang berjudul lumayan panjang yaitu Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives. Film yang menyabet gelar Palme d’Or ini memang bukan film seperti biasanya. Film yang mengisahkan perjalanan spiritual paman Boonmee ini memang film yang cocok untuk Cannes Festival apalagi salah satu jurinya waktu itu memuji film ini, dan juri tersebut bernama Tim Burton.

    Apa yang membuat paman Boonmee ini menarik untuk ditonton? Boonmee (Saisaymar) adalah seorang petani yang tinggal di gunung dan sedang menghadapi ajal karena penyakit gagal ginjalnya. Boonmee tidak sendirian, adik iparnya Jen (Pongpas) dan keponakannya Tong (Kaewbuadee) serta anak buah setianya turut serta merawat Boonmee. Cerita pun mulai berubah menjadi absurd kira-kira 15 menit setelah film dimulai. Ketika Boonmee, Jen dan Tong sedang makan malam, tiba-tiba muncul roh istri Boonmee yang meninggal 19 tahun yang lalu, tidak cukup Continue reading

    Signs (2002)


    Signs

    Sinopsis: A widowed Pennsylvania farmer, Graham Hess (Mel Gibson), discovers strange 500-foot crop circles in his corn fields. Were they created by pranksters or ? aliens? Along with his brother, Merrill (Joaquin Phoenix), and his two children, daughter Bo (Abigail Breslin) and son Morgan (Rory Culkin), Graham searches for the answer, and it’s not long before others are searching, too.

  • Release Date:August 2nd, 2002
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:M. Night Shyamalan
  • Writer:M. Night Shyamalan
  • Studio:Touchstone Pictures
  • Genre:Sci-Fi, Thriller
  • Heboh berita tentang crop circle yang muncul di Sleman Yogyakarta belakangan ini memang lumayan menyita perhatian banyak orang. Crop circle yang biasa muncul di Eropa dan Amerika kini muncul di Indonesia. Mengapa berita tersebut menjadi perbincangan belakangan ini? tentu saja karena banyak sebagian orang percaya bahwa crop circle adalah jejak yang ditinggalkan oleh makhluk luar angkasa yang biasa kita sebut alien dan pesawatnya bernama UFO. Tapi sebagian percaya bahwa crop circle tersebut hanyalah perbuatan orang iseng yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi, hal tersebut juga yang menguatkan teori bahwa 80% crop circle yang tersebar di muka bumi adalah karya manusia, lalu bagaimanakah dengan yang 20%? Karya siapakah itu?

    Serunya perdebatan crop circle membawa saya ke suatu film lawas karya sutradara yang gemar membuat film misteri yang kadang-kadang ditutup dengan ending twist yang tidak terduga. Film tersebut berjudul Signs yang di-written, produced and directed by M.Night Shyamalan ini rilis pada tahun 2002 silam. Steven Spielberg dan Michael Bay adalah sineas yang sudah biasa dalam membuat film-film sci-fi tentang UFO dan alien, tapi apakah Shyamalan bisa?

    Signs sendiri dibintangi oleh aktor-aktor top Hollywood pada masanya. Dari Mel Gibson kemudian Joaquin Phoenix hingga artis cilik Abigail Breslin meramaikan film yang mempunyai poster bergambar crop circle ini. Ceritanya sederhana, Graham (Gibson) adalah pendeta yang sudah lama meninggalkan jubahnya semenjak kematian istrinya, sekarang Graham hanya tinggal bersama dua anaknya Morgan (Culkin) dan Bo (Breslin) serta adik Graham yaitu Merrill (Phoenix). Suatu pagi Morgan dan Bo berteriak sangat keras hingga membangunkan Graham dan Merrill, maka mereka pun berlari menuju Morgan dan Bo yang berada di tengah ladang gandum mereka. Tanpa diduga, Graham dan Merrill menyaksikan Continue reading

    127 Hours (2010)


    127

    Sinopsis: 127 Hours is the true story of mountain climber Aron Ralston‘s (James Franco) remarkable adventure to save himself after a fallen boulder crashes on his arm and traps him in an isolated canyon in Utah. Over the next five days Ralston examines his life and survives the elements to finally discover he has the courage and the wherewithal to extricate himself by any means necessary, scale a 65 foot wall and hike over eight miles before he is finally rescued. Throughout his journey, Ralston recalls friends, lovers (Clemence Poesy), family, and the two hikers (Amber Tamblyn and Kate Mara) he met before his accident. Will they be the last two people he ever had the chance to meet? A visceral, thrilling story that will take an audience on a never before experienced journey and prove what we can do when we choose life.

  • Release Date:November 5th, 2010
  • Starring:

    12 more cast & crew »

  • Director:Danny Boyle
  • Genre:Drama
  • Bagaimana rasanya jika anda terjebak di suatu tempat yang terasing dan tidak ada yang bisa menyelamatkan anda sama sekali? menyebalkan bukan? Mungkin itulah yang dirasakan oleh Aron Ralston (Franco) seorang petualang sejati yang gemar melakukan perjalanan seorang diri tapi pada akhirnya harus terjebak di tempat yang tidak pernah diduganya. 127 Hours adalah film terbaru garapan sang sineas Danny Boyle yang berhasil memenangkan Oscar untuk film Slumdog Millionare-nya beberapa tahun lalu. Boyle kembali lagi tahun ini dengan amunisi yang lebih banyak dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Pertama, 127 Hours adalah film yang diangkat dari kisah nyata seorang Aron Ralston, penjelajah tebing-tebing eksotis di Amerika yang membukukan kisahnya dalam buku berjudul Between a Rock and a Hard Place. Kedua, James Franco yang bermain solid dan meyakinkan dari awal hingga akhir film. Ketiga, teknik penyutradaraan Boyle yang lebih berwarna dan bervariasi sehingga bisa menciptakan suasana baru bagi yang menyaksikan filmnya. Kemudian yang terakhir adalah andil A.R. Rahman sebagai penanggung jawab score musik yang telah menyuguhkan musik-musik yang bisa membawa emosi para penonton naik turun mengikuti sepak terjang Aron dalam bertahan hidup.

    Dimulai dengan opening yang menampilkan kumpulan rekaman keramaian hingga persiapan Aron seorang diri ketika menyiapkan peralatan yang akan dibawanya untuk berakhir pekan di tebing favoritnya yaitu Blue John Canyon di Utah Amerika. Cerita berlanjut sampai Aron tiba di tempat yang dimaksud kemudian bermalam di dalam mobil truknya untuk bersiap bertualang keesokan harinya. Hari itu adalah hari Sabtu 25 April 2003, Aron pun memulai petualanganya dengan menaiki sepeda sampai tebing favoritnya di Blue John Canyon. tanpa disengaja dalam perjalanan Aron bertemu dengan dua orang wanita yang sama-sama penjelajah tebing, setelah bertemu, mengobrol dan berfoto bersama kedua wanita tersebut aron melanjutkan perjalanan seorang diri. Tidak terduga, belum lama berpisah dari dua wanita yang ditemuinya, Aron jatuh ketika sedang mencoba melewati retakan tanah, sialnya sebongkah batu yang asalnya tidak bergerak karena terhimpit retakan tanah tersebut tiba-tiba ikut terjatuh ke arah Aron dan Continue reading

    The “Kung-Fu” Kid?


    The Reign of Will Smith, Jaden!

    SINOPSIS: In Columbia Pictures’ The Karate Kid, 12-year-old Dre Parker (Jaden Smith) could’ve been the most popular kid in Detroit, but his mother’s (Taraji P. Henson) latest career move has landed him in China. Dre immediately falls for his classmate Mei Ying – and the feeling is mutual – but cultural differences make such a friendship impossible. Even worse, Dre’s feelings make an enemy of the class bully, Cheng. In the land of kung fu, Dre knows only a little karate, and Cheng puts the karate kid on the floor with ease. With no friends in a strange land, Dre has nowhere to turn but maintenance man Mr. Han (Jackie Chan), who is secretly a master of kung fu. As Han teaches Dre that kung fu is not about punches and parries, but maturity and calm, Dre realizes that facing down the bullies will be the fight of his life

    betul sekali, the kungfu kid, bukan the karate kid, nampaknya sekarang saya mengerti keluhan teman teman saya yang sudah menonton film ini duluan, kenapa judulnya harus karate kid? hehe, yap itulah remake, bisa mirip, bisa beda jauh, tergantung selera, tapi the karate kid ini terbaru ini nampaknya mengambil jalur ekstrim, dengan memberikan latar belakang beladiri yang terkenal di daratan cina, yaitu kungfu! tentu jackie chan menjadi pilihan utama untuk menjadi sang mentor dari jaden smith, selain umur yang memang sudah terbilang tua, jackie chan memang sudah cocok menjadi seorang guru bela diri daripada menjadi seorang petarung terus, hehe.

    film yang diremake dari versi jadulnya dengan judul yang sama ini memberikan nuansa modern yang berbeda, apalagi dengan jaden smith sebagai pemeran si bocah ajaib, ajaib karena dengan umur yang masih belasan tahun dia sudah diproyeksikan sebagai pengganti ayahnya sendiri yaitu will smith, berperan menjadi siapapun dilahapnya! bahkan di akhir film ini lagunya yang dinyanyikan bersama justin bieber pun nongol! never say never! akting dan menyanyi? yap, nampaknya buah memang tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya, well back to the topic, jadi film the karate kid mengisahkan petualangan seorang bocah bernama dre (smith) bersama ibunya sherry (henson) yang pindah ke cina dari detroit amerika, latar belakang kepindahan mereka tidak begitu dijelaskan, so langsung maju jauh kedepan, setibanya di cina dre langsung mendapatkan kawan dan musuh secara bersamaan, tertarik pada seorang gadis seumurannya bernama meiying (han), dre diganggu cheng (wang), seorang bocah yang jago bertarung! otomatis dre babak belur. selepas kejadian itu dre selalu diliputi rasa takut, karena ternyata dia satu sekolah Continue reading

    Green Zone


    The "Bourne" is Back!

    green zone, film terbaru dari sang pembesut salah satu film bourne trilogy, yaitu paul greengrass, kembali lagi dengan film fast-paced actionnya, dan dibintangi oleh matt damon pula, layaknya reuni dari kisah bourne yang terdahulu, green zone disajikan penuh dengan bumbu bumbu kisah bourne ala greengrass, teknik kamera handheld yang bergoyang, aksi yang cepat, kejar kejaran yang menegangkan ditambah ledakan dimana mana, karena green zone ini mengambil setting di irak, tepatnya tahun 2003 ketika amerika menginvasi irak dengan alasan mencari senjata pemusnah massal atau biasa disebut WMD (weapon of mass destruction). satu lagi film bertema timur tengah yang mengambil sudut pandang lain, tidak melulu “memenangkan” amerika, tapi memberi tahu kepada para penonton ada yang tidak beres dibalik invasi amerika ke irak dan jatuhnya rezim saddam husein, dan greengrass menyajikan semua itu dalam green zone, sebuah film action perang “netral” bahkan memberi sudut pandang lain tentang perang di irak.

    dimulai dengan aksi kesatuan chief miller (damon) yang bertugas untuk mencari WMD sebagaimana ditugaskan oleh atasannya di markas pusat yaitu poundstone (kinnear) dan berdasarkan intel yang terpercaya, tapi setelah beberapa percobaan miller dan pasukannya selalu mendatangi lokasi yang kosong melompong, tidak pernah mereka menemukan yang namanya WMD, maka miller mulai meragukan kebenaran intel yang didapatkan oleh poundstone, miller pun berusaha mencari tahu mengapa intel tentang lokasi WMD selalu nihil, tidak ada hasilnya, tapi poundstone selalu ngotot bahwa informasi itu didapatkan dari intel yang terpercaya tapi poundstone tidak pernah memberitahukan siapa intel yang dimaksud, bukan hanya miller saja yang merasa aneh akan informasi dari intel tersebut, ada marty (gleeson) seorang agen CIA yang sama sama gerah melihat kelakuan poundstone yang percaya sepenuhnya pada informasi intel tentang keberadaan WMD tersebut, atau jangan jangan poundstone menyembunyikan sesuatu dari semua pihak. miller pun mencari kebenaran akan sumber dari intel Continue reading

    The Men Who Stare At Goats!


    Between Smart And Crazy!

    kalau menterjemahkan secara kasar judul film ini tentu saja pasti anda akan berpikir, apa kaitannya dengan seragam militer yang dikenakan george clooney di gambar tersebut? itu dia awal mula kekonyolan film ini, film yang bisa dibilang komedi absurd, dark comedy atau apapun itu namanya ada di film ini, film yang dibintangi oleh aktor aktor papan atas dimulai dari ewan mcgregor, george clooney, jeff bridges, hingga kevin spacey membuat saya penasaran dengan film absurd ini, alhasil, tertawa puas saya sepanjang menonton film ini.

    bercerita tentang seorang jurnalis bernama bob (mcgregor) yang menemukan cerita hebat yang belum pernah terungkap oleh siapapun, bob menemukan rahasia militer amerika dimana mereka mempunyai kesatuan unit yang disebut new earth army yang mempunyai kemampuan psikis dalam melawan musuhnya, psikis disini berarti kemampuan super yang dikendalikan oleh otak para prajurit yang disebut “jedi warrior” atau “warrior monks”, merasa tidak percaya akan cerita konyol ini bob mengikuti sumber cerita ini untuk menyelidikinya, membawa bob sampai ke irak, dan akhirnya bertemu dengan lyn cassady (clooney) yang setelah ditelusuri oleh bob ternyata adalah salah satu anggota new earth army, dan lyn adalah salah satu personil paling “sakti” dalam hal psikis Continue reading

    The Hurt Locker


    War Is (Definitely) A Drug...

    satu lagi film perang amerika yang seperti biasa mengambil setting di irak, tentu saja mereka akan menyebut musuhnya “haji”, yup tidak aneh toh, teroris identik dengan agama islam, tapi sudahlah toh, tidak ada gunanya untuk berdebat masalah itu, its just a movie, dan movie meant to entertain me, dan alhasil, yup, film ini berhasil menyihir saya, lumayan menegangkan dari awal sampai akhir.

    berkisah tentang sebuah tim penjinak bom yang ada dalam kesatuan bravo company, naasnya, teknisi mereka sang penjinak bom yang handal yaitu thompson (pearce) tewas ketika berusaha menjinakan bom karena suatu jebakan, 2 rekannya pun yaitu sanborn dan owen trauma akan kejadian itu, padahal mereka tinggal 40 hari lagi bertugas di irak, dan setelah itu mereka bisa pulang, tak lama kemudian setelah kematian thompson datanglah seorang pengganti yaitu james (renner) yang secara sukarela untuk menjadi teknisi penjinak bom di tim sanborn dan owen, tapi apa yang terjadi hari pertama james bertugas dengan tim barunya sudah membuat sanborn dan owen panik bukan main, karena tindakannya dalam menjinakan bom terlalu nekat dan bisa membahayakan nyawa teman teman setimnya, tapi yang ada di benak james itu hanyalah sebuah tugas, santai dan tenang adalah pembawaan james, maka sanborn dan owen pun makin aneh, ketika mereka bahkan orang lain depresi akan perang, tapi james seperti menikmatinya, dia seperti dilahirkan untuk berperang, memacu adrenalinnya dalam menjinakan bom dan hal nekat lainnya, walaupun begitu kenekatan james bukan tanpa alasan, dan anda akan mengetahuinya nanti ketika nonton film ini sampai habis.

    dengan tagline “war is a drug”, nampaknya berhasil disampaikan dengan baik oleh kathryn bigelow selaku sutradara film ini, ketakutan para tentara amerika yang bertolak belakang dengan kelakuan james yang terlihat nekat tapi pintar berhasil disuguhkan dengan sempurna, adegan peperangan di tengah gurun yang melibatkan baku tembak antar sniper di kedua belah pihak benar benar membuat saya tertegun, disajikan dengan sunyi, tanpa background musik apapun, kepanikan owen dan ketenangan james yang menghadapi musuh yang tidak terlihat di tengah gurun makin memperlihatkan dua sisi dimana tidak semua tentara amerika berani untuk mati di medan perang dan ada yang sudah siap menghadapinya. overall, film perang yang disajikan dengan penuh ketegangan ini bisa menjadi pilihan utama jika anda kangen film film perang yang menegangkan ala black hawk down dll. silakan, tunggu apalagi, go fuckin see it!!!