[INFORMATION] Last Day in Here, Please Visit the New “Home”


Tak terasa sudah hampir dua tahun saya menulis di blog tercinta ini, berawal dari tulisan saya yang ingin agar para pembaca mendapatkan ilmu dari tulisan saya (apa betul? hahaha) maka dipilihlah what you see is what you get, apa yang kamu lihat itu yang kamu dapatkan. Semoga tulisan yang banyak dilihat disini bisa didapatkan maknanya juga (hahaha). Tapi jangan khawatir, bukan berarti saya berhenti menulis, saya merasa rumah saya disini sudah usang, maka saya pindah ke rumah baru. Betul, no more watyusiiswatyuget, sekarang saya pindah ke rumah baru yang kurang lebih (persis) sama dengan yang ini, haha, alamatnya ada dibawah berikut:

ZEROSUMO

So, bagi kalian yang masih ingin melihat saya menulis lagi soal apapun itu khususnya film (apa bener mau lihat? hehe) kalian bisa langsung datangi alamat baru saya diatas yang bernama zerosumo, well, entah kenapa, hanya bosan saja dengan rumah ini. Silakan kunjungi rumah baru saya dan jangan lupa subscribe juga rumah baru saya, saya pun pasti akan subscribe balik blog kalian semua. Sekarang semuanya sedang dalam renovasi, jadi belum bisa memindahkan semua blogroll para teman-teman movie blogger yang sudah dengan setianya menyimpan link blog ini di blog kalian, soon, di rumah baru, saya akan menyimpan link kalian, hehe. So, have a nice day, don’t forget to visit! cheers!

The Company Men (2011)


The-Company-Men-Movie-Wallpaper

  • Release Date:January 21st, 2011
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:John Wells
  • Writer:John Wells
  • Studio:Weinstein Company, The
  • Genre:Drama
  • Mungkin Anda masih ingat dengan film berjudul Up In The Air yang dibintangi oleh George Clooney? Film yang mengisahkan suka duka menjadi orang yang bertugas memecat karyawan ternyata tidak mengenakkan juga bukan? Lalu tahun ini muncul film yang sama-sama mengisahkan soal pemecatan. Jika Up In The Air mengisahkan pemecatan dari sudut pandang orang yang memecat, maka film berjudul The Company Men yang dibintangi oleh sutradara The Town yaitu Ben Affleck ini mengisahkan pemecatan dari sudut pandang orang yang dipecat.

    Berlatarkan tahun 2008 ketika negeri paman sam sedang mengalami krisis keuangan. Hampir semua pelaku bisnis kena imbasnya, tidak terkecuali perusahaan tempat Bobby (Affleck) bekerja. Ya, tidak ada hujan, tidak ada petir, Bobby tiba-tiba dipecat bersama ratusan karyawan lainnya, padahal Bobby sudah bekerja selama belasan tahun pada perusahaan yang telah menghidupinya.

    Bukan hanya Bobby, rekan Bobby yang lain yaitu Phil (Cooper) juga kebagian dipecat pada kloter selanjutnya. Persamaan Bobby dan Phil adalah mereka bekerja di satu divisi di perusahaan yang bergerak di bidang transportasi tersebut. Tidak cukup sampai disitu, kloter selanjutnya giliran bos Bobby dan Phil yaitu Gene (Jones) yang dipecat oleh atasan yang notabene adalah rekannya sendiri dalam memulai perusahaannya tersebut.

    Demi penghematan dan memaksimalkan pendapatan, perusahaan dimana Bobby, Phil dan Gene menggantungkan hidupnya harus mengambil langkah “kejam” agar bisa bertahan dari krisis keuangan yang melanda negeri adidaya tersebut. Maka The Company Men mengisahkan tiga karakter yang bisa dibilang berbeda jabatan dalam menghadapi kehidupan selanjutnya setelah Continue reading

    Accepted (2006)


    Accepted

    Sinopsis: The comedy centers on a teenager who finds a unique way to outsmart his parents.

  • Release Date:August 18th, 2006
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Steve Pink
  • Writer:Adam Cooper, Bill Collage, Mark Perez
  • Studio:Universal Pictures
  • Genre:Comedy
  • Komedi klasik dari Justin Long, well, tidak begitu klasik, tahun 2006 lalu tepatnya film berjudul Accepted ini rilis. Tidak seperti komedi remaja lainnya yang gemar mengeksploitasi pergaulan remaja Amerika pada umumnya. Accepted hadir membawa tema pendidikan dengan cara anehnya sendiri.

    Bartleby Gaines (Long) adalah seorang remaja yang baru saja lulus SMU dan harus menghadapi fase berikutnya dalam kehidupan layaknya manusia biasa. Betul, Gaines harus menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu universitas. Tapi apa daya, semua universitas yang Gaines lamar menolaknya, apalagi kedua orang tua Gaines sangat kolot jika membahas soal pendidikan. Bukan hanya Gaines saja yang menderita karena tidak diterima di tiap universitas yang dilamarnya, ada Glen (Herschman), Hands (Short), Rory (Thayer) serta sahabat baiknya Schrader (Hill). Bedanya, Schrader diterima di universitas bergengsi karena koneksi dan tentu saja finansial keluarganya yang mendukung.

    Pusing memikirkan masa depan, Gaines dengan tindakan mustahilnya mulai merencanakan untuk membuat sebuah universitas fiktif dengan bantuan teman-temannya. Hal tersebut dilakukan agar orang tuanya bangga bahwa anaknya akhirnya bisa masuk universitas. Tapi keadaan berubah ketika universitas fiktif milik Gaines mulai dilirik banyak orang, terutama para remaja yang dahulu bernasib sama dengan Gaines, yaitu ditolak di tiap universitas. Apa boleh buat, universitas yang bernama South Harmon Institute of Technology yang biasa disingkat Continue reading