Little Fockers (2010)

LF

Sinopsis: It has taken 10 years, two little Fockers with wife Pam and countless hurdles for Greg to finally get in with his tightly wound father-in-law, Jack. After the cash-strapped dad takes a job moonlighting for a drug company, however, Jack’s suspicions about his favorite male nurse come roaring back. When Greg and Pam’s entire clan-including Pam’s lovelorn ex, Kevin-descends for the twins’ birthday party, Greg must prove to the skeptical Jack that he’s fully capable as the man of the house. But, with all the misunderstandings, spying and covert missions, will Greg pass Jack’s final test and become the family’s next patriarch… will the circle of trust be broken for good?

  • Release Date:December 22nd, 2010
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Paul Weitz
  • Genre:Comedy
  • Apa Anda masih ingat dengan film drama keluarga komedi berjudul Meet The Parents dan sequel-nya Meet The Fockers? Jika Anda masih ingat, tidak ada salahnya untuk tidak melewati sequel keduanya yang berjudul Little Fockers. Betul, Ben Stiller dan Robert De Niro kembali lagi dengan film teranyar yang mengisahkan dua insan manusia yang sepertinya sangat sulit sekali untuk akur. Siapa lagi kalau bukan Gaylord Focker dan Jack Byrnes sang mertua.

    Di dua film sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Gaylord Focker alias Greg (Stiller) akhirnya bisa menyatukan dua keluarganya yang sangat berbeda. Dimana keluarga dari Pam (Polo) istrinya bisa dibilang “keras” karena didikan sang mertua veteran agen CIA yaitu Jack (De Niro), bertolak belakang dengan orang tua Greg yang eksentrik yaitu Bernie (Hoffman) dan Rosy (Streisand).

    Sekarang di sequel yang kedua ini, Greg sudah disibukkan dengan pekerjaannya yang bukan sebatas menjadi perawat saja. Belum lagi kedua anak kembarnya yang masih bocah yaitu Henry (Baioochi) dan Samantha (Tahan) sudah mulai beranjak besar. Dilain pihak, Greg sekarang harus bekerjasama dengan rekan kerjanya di rumah sakit dalam memasarkan “obat kuat”. Andi (Alba) adalah rekan Greg yang terbilang seorang wanita atraktif dan super hot! Bisa ditebak, sang mertua beraliran garis keras, Jack, mulai merasakan ada motif pengkhianatan di dalam keluarganya, apalagi Jack yang menyematkan julukan The Godfocker pada Greg sudah meyakinkan, bahwa ia adalah pemimpin keluarga Byrnes selanjutnya. Maka perang urat syaraf pun kembali terjadi di keluarga super aneh dan kocak ini.

    Hampir semua pemain lama muncul kembali disini tidak terkecuali sahabat Greg yang tidak lain adalah mantan Pam di film terdahulu, yaitu Kevin, yang diperankan oleh Owen Wilson kembali lagi dengan kegilaan dan kelebayannya. Selain ada Jessica Alba yang menjadi pemanis tambahan, jangan lupakan penampilan Harvey Keitel sebagai Randy yang hanya muncul selintas tapi tidak dapat dipungkiri penampilannya berdebat dengan Robert De Niro bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak.

    Lagu lama kaset baru, mungkin itu istilah yang tepat untuk film Little Fockers ini. Oleh karena itu sang sutradara Paul Weitz menambahkan generasi Focker selanjutnya yaitu si kembar Henry dan Samantha sebagai plot inti disamping plot pertempuran antara Greg dan Jack yang tidak ada habisnya. Tapi walaupun begitu, film ini tetap berhasil menghibur saya karena humornya makin terasa sesuai dengan keadaan keluarga Focker yang memang sudah bertambah umur. Tidak terlalu brutal, dan terasa sekali kekeluargaanya (walau celotehan seks dari Rosy terus menghiasi film ini, toh dimaklum, karena profesi dari ibu Greg tersebut memang eksentrik).

    Well, untuk sebuah hiburan, Little Fockers ini berhasil membawa kembali memori kelucuan dua film pendahulunya. Walau tidak sekocak dua pendahulunya, tapi saya jamin film ini masih bisa membuat Anda tersenyum atau mungkin tertawa puas seperti yang saya alami. Perang tidak akan pernah berakhir nampaknya di dalam keluarga Focker dan mertuanya, apalagi ending film ini seperti memberikan isyarat buat penonton untuk berharap dengan sequel tambahan. Entahlah, yang jelas jika Anda sudah menonton dua film terdahulunya, sekali lagi saya tekankan, Little Fockers ini jangan sampai dilewatkan. Enjoy the Little Fockers guys.

    RATING: 3.5/5

    2 thoughts on “Little Fockers (2010)

    1. kecewa sama Little Fockers…serasa agak dipaksian ane bilang sih- konsepnya blom mateng bener..
      jadi buat ane kualitas kelucuannya jauh dari Meet the Parent and Focker..

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s