I’m Here (2010)


I'm Here

Sinopsis: A boy-meets-girl love story, set in LA and experienced by robots, I’M HERE premiered at the 2010 Sundance Film Festival to great critical acclaim. Filled with gorgeous photography, behind-the-scenes ephemera, and funny, insightful interviews, There Are Many of Us (McSweeney’s) celebrates the uniquely spontaneous making of the film I’m Here, The book includes an original CD soundtrack as well as a DVD of the movie, with special bonus content.

Running Time: 29 min.

In Theaters: Sep 23, 2010 Limited

Distributor:D&E Entertainment

Directed By: Spike Jonze

Genre: Drama, Special Interest

Selain gemar memerankan nenek tua gendut bersama Irving “Knoxville” Zisman dalam semua film Jackass, Spike Jonze adalah salah satu sutradara yang mempunyai karya-karya film unik nan aneh yang banyak mendapat pujian sana sini. Dari Adaptation, Being John Malkovich hingga Where The Wild Things Are, bisa diambil kesimpulan bahwa film-film karyanya memang berkonsep “out of the box”. September 2010 kemarin, Spike Jonze kembali mempersembahkan film teranyarnya yang berjudul I’m Here, tapi dengan format yang beda. Ya, film yang mengisahkan tentang hubungan romantis antar robot itu adalah sebuah film pendek yang hanya berdurasi 30 menit.

I’m Here adalah sebuah film yang mengisahkan percintaan sepasang robot manusia yang mengambil setting entah masa depan entah alternate version of earth di Los Angeles Amerika. Sheldon (Garfield) adalah robot yang bekerja sebagai asisten di suatu perpustakaan, hidupnya berjalan tenang, sunyi dan sendiri. Sheldon hidup sendiri walau sebenarnya dia selalu ingin tahu dan selalu ingin berkomunikasi dengan robot maupun manusia lain.

Hingga suatu waktu Sheldon bertemu seorang robot wanita bernama Francesca (Guillory). Maka sudah bisa ditebak, Sheldon dan Francesca pun makin akrab makin dekat dan akhirnya saling mencintai. Sampai pada akhirnya Sheldon tahu bahwa cinta sejati itu adalah pengorbanan tanpa rasa pamrih demi orang yang dicintainya apapun itu Continue reading

Jackass 3D(umb)! (2010)


Jackass 3D

Sinopsis: Johnny Knoxville and his buddies are up to their daredevil comic antics again. And this time they’re coming at ya’ in 3D.

  • Release Date:October 15th, 2010
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Jeff Tremaine
  • Genre:Comedy, Action, Documentary, 3D
  • Sehancur apapun film Jackass, pasti selalu ada yang menontonnya, dan tebak? saya termasuk salah satu dari penonton setia mereka. Sudah beberapa tahun kebelakang lamanya Johnny Knoxville meninggalkan kita dengan installment terakhir dari acara spin-off televisinya yang berisi adegan-adegan berbahaya sekaligus bodoh yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh saja tapi tidak berbahaya. Tapi jangan salah jika mendengar kata Jackass, saya jamin tidak ada stuntman manapun di dunia (bahkan yang profesional sekalipun) yang berani mengikuti tindakan stunt Knoxville dkk yang diluar nalar manusia biasa.

    Kali ini tindakan stunt campur kebodohan mereka disajikan dengan format yang makin menjamur saja tiap harinya. Yap, mereka kembali dengan format 3D! dijamin membuat mata anda terbelalak melihat kegilaan mereka merekam kotoran manusia dalam jarak sangat dekat dan disajikan dengan slow motion pula. Ada siapa saja di Jackass 3D ini? tentu saja masih pemain lama, tidak ada yang baru (atau tidak ada lagi orang bodoh yang mau bergabung dengan mereka). Ada sang motor penggerak tentunya Johnny Knoxville, sang skater pro yang sering menganiaya orang tuanya sendiri, Bam Margera, orang yang paling gampang muntah, Steve-O, sang party boy, Chris Pontius, si kerdil Wee Man dan si gemuk Preston Lacy, dan tiga orang pelengkap super bodoh, Ryan Dunn, Dave England dan Ehren Mcgehey a.k.a Danger Ehren (karena dia selalu mendapat bahaya yang paling fatal menurut saya).

    Lalu bagaimana dengan stunt-nya? Jujur, bisa dibilang setengah dari stunt yang mereka lakukan adalah pengulangan dari Jackass pertama dan kedua, tapi kali ini dibawa ke level yang lebih tinggi. Contohnya Knoxville yang gemar bermain dengan banteng, kali ini banteng masih jadi “sahabat” terbaiknya. Kemudian Chris Pontius yang dalam seri kedua memainkan penisnya dengan ular, sekarang dia akan memainkan bibirnya dengan kalajengking ala puppet show. Lalu Steve-O yang pada seri kedua sempat muntah karena menghirup kentut dan kotoran Preston kali ini bermain “cari aman” saja dengan meminum keringat Preston. Sisanya stunt-stunt yang dijamin masih akan membuat anda terkesima entah mual dan langsung pergi ke Continue reading

    Where The Wild Things Are…


    Wild Imagination!

    poster yang lucu jika anda melihatnya bukan? apakah filmnya akan seunik posternya? well jangan salah, unik tentu, tapi jelas bukan untuk konsumsi anak kecil juga, walau di dalam filmnya banyak melibatkan hewan hewan berkepala besar yang lucu (sekaligus seram kalau terlihat marah) bukan berarti ini film untuk anak kecil juga, spike jonze mencoba mengadaptasi cerita dari buku cerita anak maurice sendak, malahan sang penulis buku sendiri yang memilih spike jonze untuk membuat cerita bukunya menjadi tampak nyata di layar lebar.

    cerita yang sederhana dimana max seorang anak yang senang bermain dan bercanda sekaligus mempunyai imajinasi tinggi, tapi ketika kakaknya tidak bisa menemaninya bermain dan ibunya malah sibuk dengan “pacar”nya, max merasa kesal karena tidak diperhatikan, oleh karena itu max kabur dari rumahnya menuju hutan, tanpa disadari max menaiki perahu yang terdampar di sungai dekat hutan tersebut, dan max pun terbawa arus ke suatu pulau misterius yang hanya dihuni oleh makhluk makhluk aneh, berwujud binatang tapi mereka berdiri dan bicara layaknya manusia dan mempunyai kepala yang besar, ada yang berwujud ayam, domba, banteng, dan lainnya yang tidak bisa saya bayangkan apa itu sebenarnya, dan mulailah petualangan max di dunia barunya itu dengan teman teman barunya. Continue reading

    Being John Malkovich (For Real!)


    The Real Puppeter...

    film yang judulnya terdengar aneh, pertama saya kira ini judul film ini adalah sebuah kiasan, tapi ternyata dalam arti yang sebenarnya, menjadi john malkovich! sudah pasti film seperti ini mengusung tema out-of-the-box, ini semua diluar nalar dan logika, sangat absurd dan unik sekaligus.

    bercerita seorang puppeter (yang memainkan boneka kayu dengan benang-benang yang dikendalikan jari jarinya) bernama craig yang hidupnya hanya untuk bermain boneka kayu karena ketrampilannya yang unik, sayang sekali tidak ada yang mau memakainya untuk menjadi penghibur, craig pun mencari kerja dikarenakan istrinya menyuruhnya untuk mencari pekerjaan yang benar, sampai akhirnya craig diterima di sebuah perusahaan yang berkantor di sebuah gedung dan bertempat di lantai 7 1/2, yap betul, diantara lantai 7 dan lantai 8, sehingga atap lantai tersebut sangat rendah dan karyawan disana harus membungkuk untuk melakukan aktivitasnya (sudah mulai terlihat sangat absurd bukan?) hingga akhirnya craig menemukan sebuah pintu misterius di kantornya yang membawanya ke dalam tubuh seseorang yaitu john malkovich! sang artis hollywood, aneh tapi nyata, craig pun mulai mengkomersilkan temuannya dengan bantuan partner wanitanya yang lumayan aneh juga, mereka menjual jasa bagi siapapun yang ingin menjadi john malkovich dalam waktu 15 menit!

    film yang sangat terdengar absurd pastinya, tapi nampak mempunyai makna, dengan menjadi seseorang yang punya pengaruh, pastinya kita akan puas, siapa yang tidak ingin menjadi seseorang yang dikenal, itulah impian craig sebenarnya, hingga akhirnya dia sadar bahwa dirinya hanyalah dirinya bukan seorang terkenal layaknya john malkovich, film ini mungkin membawa nuansa satire dalam penyuguhannya, be or not to be. dengan jajaran cast yang terbilang lumayan, seperti john cusack, cameron diaz, john malkovich, dan beberapa cameo yang unik seperti brad pitt, sean penn, hingga charlie seen, film tahun 1999 arahan sutradara spike jonze ini lumayan menghibur saya dengan temanya yang absurd dan diluar nalar kita, sekaligus memberi pesan bahwa, menjadi orang lain bukan berarti kita bisa melakukan segalanya.