The Company Men (2011)


The-Company-Men-Movie-Wallpaper

  • Release Date:January 21st, 2011
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:John Wells
  • Writer:John Wells
  • Studio:Weinstein Company, The
  • Genre:Drama
  • Mungkin Anda masih ingat dengan film berjudul Up In The Air yang dibintangi oleh George Clooney? Film yang mengisahkan suka duka menjadi orang yang bertugas memecat karyawan ternyata tidak mengenakkan juga bukan? Lalu tahun ini muncul film yang sama-sama mengisahkan soal pemecatan. Jika Up In The Air mengisahkan pemecatan dari sudut pandang orang yang memecat, maka film berjudul The Company Men yang dibintangi oleh sutradara The Town yaitu Ben Affleck ini mengisahkan pemecatan dari sudut pandang orang yang dipecat.

    Berlatarkan tahun 2008 ketika negeri paman sam sedang mengalami krisis keuangan. Hampir semua pelaku bisnis kena imbasnya, tidak terkecuali perusahaan tempat Bobby (Affleck) bekerja. Ya, tidak ada hujan, tidak ada petir, Bobby tiba-tiba dipecat bersama ratusan karyawan lainnya, padahal Bobby sudah bekerja selama belasan tahun pada perusahaan yang telah menghidupinya.

    Bukan hanya Bobby, rekan Bobby yang lain yaitu Phil (Cooper) juga kebagian dipecat pada kloter selanjutnya. Persamaan Bobby dan Phil adalah mereka bekerja di satu divisi di perusahaan yang bergerak di bidang transportasi tersebut. Tidak cukup sampai disitu, kloter selanjutnya giliran bos Bobby dan Phil yaitu Gene (Jones) yang dipecat oleh atasan yang notabene adalah rekannya sendiri dalam memulai perusahaannya tersebut.

    Demi penghematan dan memaksimalkan pendapatan, perusahaan dimana Bobby, Phil dan Gene menggantungkan hidupnya harus mengambil langkah “kejam” agar bisa bertahan dari krisis keuangan yang melanda negeri adidaya tersebut. Maka The Company Men mengisahkan tiga karakter yang bisa dibilang berbeda jabatan dalam menghadapi kehidupan selanjutnya setelah Continue reading

    I’m Here (2010)


    I'm Here

    Sinopsis: A boy-meets-girl love story, set in LA and experienced by robots, I’M HERE premiered at the 2010 Sundance Film Festival to great critical acclaim. Filled with gorgeous photography, behind-the-scenes ephemera, and funny, insightful interviews, There Are Many of Us (McSweeney’s) celebrates the uniquely spontaneous making of the film I’m Here, The book includes an original CD soundtrack as well as a DVD of the movie, with special bonus content.

    Running Time: 29 min.

    In Theaters: Sep 23, 2010 Limited

    Distributor:D&E Entertainment

    Directed By: Spike Jonze

    Genre: Drama, Special Interest

    Selain gemar memerankan nenek tua gendut bersama Irving “Knoxville” Zisman dalam semua film Jackass, Spike Jonze adalah salah satu sutradara yang mempunyai karya-karya film unik nan aneh yang banyak mendapat pujian sana sini. Dari Adaptation, Being John Malkovich hingga Where The Wild Things Are, bisa diambil kesimpulan bahwa film-film karyanya memang berkonsep “out of the box”. September 2010 kemarin, Spike Jonze kembali mempersembahkan film teranyarnya yang berjudul I’m Here, tapi dengan format yang beda. Ya, film yang mengisahkan tentang hubungan romantis antar robot itu adalah sebuah film pendek yang hanya berdurasi 30 menit.

    I’m Here adalah sebuah film yang mengisahkan percintaan sepasang robot manusia yang mengambil setting entah masa depan entah alternate version of earth di Los Angeles Amerika. Sheldon (Garfield) adalah robot yang bekerja sebagai asisten di suatu perpustakaan, hidupnya berjalan tenang, sunyi dan sendiri. Sheldon hidup sendiri walau sebenarnya dia selalu ingin tahu dan selalu ingin berkomunikasi dengan robot maupun manusia lain.

    Hingga suatu waktu Sheldon bertemu seorang robot wanita bernama Francesca (Guillory). Maka sudah bisa ditebak, Sheldon dan Francesca pun makin akrab makin dekat dan akhirnya saling mencintai. Sampai pada akhirnya Sheldon tahu bahwa cinta sejati itu adalah pengorbanan tanpa rasa pamrih demi orang yang dicintainya apapun itu Continue reading

    Monsters (2010)


    Monsters

    Sinopsis: Six years ago NASA discovered the possibility of alien life within our solar system. A probe was launched to collect samples, but crashed upon re-entry over Central America. Soon after, new life form began to appear and half of Mexico was quarantined as an INFECTED ZONE. Today, the American and Mexican military still struggle to contain the creatures…… Our story begins when a US journalist agrees to escort a shaken tourist through the infected zone in Mexico to the safety of the US border.

  • Release Date:October 29th, 2010
  • Starring:

    7 more cast & crew »

  • Genre:Drama, Romance, Sci-Fi
  • Romansa di tengah luluh-lantahnya dunia, mungkin itu kalimat ekspresi yang tepat untuk disematkan kepada Monsters, film yang menggabungkan tema sci-fi dan romantis ala Gareth Edwards sang sutradara sekaligus sang penulis naskah. Monsters yang memang rilis terbatas memang bukan film sci-fi yang mengandalkan spesial efek mewah ala film-film sci-fi yang didalamnya melibatkan makhluk luar angkasa yang biasa disebut alien. Film ini mengandalkan hubungan dua insan manusia yang secara kebetulan terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan.

    Enam tahun yang lalu pesawat ulang-alik milik Amerika jatuh di Mexico, tanpa diduga, pesawat ulang-alik tersebut membawa organisme dari luar angkasa yang kemudian tumbuh dan berkembang biak di Mexico. Enam tahun kemudian ketika keadaan makin memburuk, dimana sebagian wilayah Mexico sudah dikarantina karena terinfeksi oleh bibit-bibit alien, muncul seorang pria bernama Kaulder (McNairy), seorang fotografer yang ditugaskan untuk mencari seorang wanita bernama Samantha (Able) yang tidak lain adalah anak direktur perusahaan media dimana Kaulder bekerja.

    Pertemuan Kaulder dan Samantha terbilang tidak tepat karena keadaan di Mexico sudah makin parah. Di satu sisi Kaulder ingin mendokumentasikan keadaan Mexico yang hampir “diduduki” oleh alien, tapi di sisi lain Kaulder harus mengantar Samantha ke perbatasan Mexico-Amerika. Maka perjalanan pulang yang seharusnya berjalan mulus bagi Samantha dan Kaulder berubah menjadi perjalanan yang paling lama dalam hidup mereka. Tidak lupa benih-benih cinta Continue reading

    Training Day


    Training Day

    SINOPSIS: Training Day couldn’t be more appropriately titled. The movie tracks all the events that go into the first day of a rookie cop (Ethan Hawke) in the Los Angeles Police Department‘s undercover narcotics unit. Denzel Washington plays Alonzo, a corrupt veteran cop and partner of the rookie.

  • Release Date:October 5th, 2001
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Antoine Fuqua
  • Writer:David Ayer
  • Studio:Warner Bros.
  • Genre:Crime, Thriller
  • mengingat kembali ke masa lalu kalau bicara soal film drama polisi kotor mungkin kita akan mengingat film yang berjudul training day, yep, film garapan antoine fuqua yang senang mengeksplorasi sisi gelap sang penegak hukum ini memang tidak ada duanya, apalagi aktor yang beraksi didalamnya, dari mulai denzel washington hingga ethan hawke, yap, mereka adalah aktor yang pas dan memorable dalam memerankan karakter good cop bad cop tersebut. genre polisi kotor coba diangkat lagi oleh antoine pada film terakhirnya yaitu brooklyn’s finest yang pernah saya bahasa sebelumnya, maka oleh karena itu, tidak ada salahnya jika mengenang film yang legendaris sebelum brooklyn’s finest ada, yaitu training day ini.

    cerita sederhana pun disajikan dari awal film, dimana ketika jake (hawke) bangun pagi dan siap untuk menjalani hari pertama latihan sebagai anggota kepolisian di unit narc (unit pemberantas narkotika) los angeles pun dimulai, yap, jake akan mengikuti aksi ketua unit tersebut selama sehari penuh, siapa lagi kalau bukan alonzo (washington) seorang polisi brutal yang kadang memakai Continue reading

    $5 a Day


    How to Live a "Free" Life

    SINOPSIS: A road movie that pits a con artist against his more conservative son. Walken will play a conman proud of living like a king on $5 a day, and Nivola his offspring, who had been jailed for one of his father’s crimes.

    satu lagi film road trip tentang hubungan ayah anak yang sangat menyentuh, bedanya film yang berjudul $5 a Day (five dollars a day) ini memberikan nuansa komedi ringan yang membuat kita tidak bosan menonton perjalanan kedua insan yang saling berhubungan erat ini. cerita berawal dari kisah seorang pemuda bernama ritchie (nivola) seorang petugas inspeksi kesehatan makanan di restoran yang baru saja dipecat karena bosnya mengetahui bahwa ritchie pernah masuk penjara beberapa tahun lalu karena kasus penipuan, tidak cukup pemecatan, hubungan ritchie dan kekasihnya maggie (peet) berantakan karena ayah ritchie yang telah lost in contact puluhan tahun lamanya tiba tiba menelpon maggie dan menceritakan semua tentang ritchie, otomatis ritchie ingin tahu apa maksud dari ayahnya, selain itu ayahnya menyuruh ritchie untuk menjenguknya karena dia sedang sekarat, sekarat karena tumor otak, yap, ayah ritchie bernama nat, diperankan oleh aktor kawakan yaitu christopher walken.

    ritchie dan nat dulunya adalah penipu ulung alias con-man, dimana ritchie bertobat karena sadar bahwa hidupnya makin berantakan karena ayahnya, tapi nat tetap dengan setia hidup berkat kelihaiannya memperdaya situasi yang tidak menguntungkan menjadi menguntungkan bagi dirinya, tapi di tengah penyakit tumor yang sebelumnya tidak dipercayai ritchie karena yakin itu adalah tipuan lain ayahnya, ritchie pun merasa iba dan bersedia mengantarkan ayahnya ke suatu tempat terakhir yang ingin dikunjungi ayahnya, dan dalam perjalanan tersebut ritchie sadar bahwa Continue reading

    Following (Nolan Movie Debut)


    Who's Following You?

    Synopsis: Following is a wickedly clever story of how a young man’s obsession with following people leads him into a dark underworld. Bill, the unlikely hero,… Following is a wickedly clever story of how a young man’s obsession with following people leads him into a dark underworld. Bill, the unlikely hero, is a marginalized but intriguing Everyman who follows strangers at random on the street. When Cobb, a man Bill has been following, catches him in the act, Bill is drawn into Cobb’s world of breaking into flats and prying into the personal lives of their victims. In Cobb, Bill finds a strange companion, part mentor, part confessor and part evil twin. With an ingenious structure that involves flashforwards and doubling back, the film tests our knowledge and understanding just as the protagonist is being duped into an elaborate triple-cross. This first feature heralds in Christopher Nolan a promising new talent to the indie film scene.

    Rated: R

    Running Time: 1 hr. 11 min.

    In Theaters: Apr 3, 1999 Wide

    Studio:IFC

    Directed By: Christopher Nolan

    Written By: Christopher Nolan

    Cast

    following, percaya atau tidak, ini adalah film debut pertama nolan, yap, christopher nolan, yang beberapa bulan kebelakang telah menggemparkan alam mimpi kita dengan karyanya yang fenomenal yaitu inception. lalu seperti apakah karya debut nolan ini dimata saya? saya akan jawab dengan tanpa basa basi, lebih fenomenal dari inception! yap, setelah akhirnya berkesempatan menonton film ini, saya benar benar salut dengan nolan, film debut tapi sudah dibalut dengan sedemikian rumit dan benar benar film yang tak bisa ditonton dengan leha leha, yap, anda harus fokus dan konsentrasi tinggi untuk menonton following ini, layaknya film film nolan yang lain, tidak ada kata mudah dalam mengikuti rangkaian rangkaian cerita dari karya sang pembangkit manusia kelelawar ini.

    following disajikan dengan nuansa black & white, jalanan kota london, dua karakter utama, dan budget kurang lebih 6000 dollar dari yang saya baca (imdb.com), tapi yang perlu anda ketahui, dengan konsep minimalis seperti itu, nolan menyuguhkan film dengan cerita yang kalau kata orang “mind-blowing!” lebih dari inception bahkan kalau boleh saya berpendapat. following dimulai dengan tindak tanduk seorang pria yang berprofesi sebagai penulis amatir, dia bernama bill (theobald), kegiatan dia adalah mengikuti seseorang secara acak, atau kasarnya membuntuti, yap, bill hanya mengikuti seseorang, setelah itu dia pulang dan keesokannya mengikuti orang lain yang berbeda. hingga suatu hari dia mengikuti seorang pria yang selalu menenteng tas dan berpakaian rapih, pria tersebut bernama cobb (haw) dan ternyata cobb sadar bahwa dirinya sedang diikuti, maka dia langsung mengkonfrontir bill yang mengikutinya, dari situ justru cobb malah Continue reading