A Blast from the Past (My Favorite Movie All-Time Part-2)

Lebih dari setengah tahun lalu saya pernah menulis soal film favorit saya sepanjang masa, dan film yang disorot oleh saya adalah film yang bertemakan vigilante, masih bingung dengan apa maksud tulisan saya yang tiba-tiba muncul entah darimana ini? silakan lihat bagian kesatu alias part-1 dari tulisan ini DISINI.

Kira-kira setengah tahun lalu saya mau merekap film vigilante favorit saya, karena tahun 2010 kemarin muncul satu film yang bertemakan vigilante dan langsung membuat saya jatuh hati. Film tersebut berjudul Kick-Ass. Yap, film yang mengisahkan seorang manusia biasa yang bercita-cita jadi superhero buah karya Matthew Vaughn ini langsung menduduki peringkat nomor empat di jajaran lima film vigilante terbaik versi saya.

The Sickening Violence (They Say...)

Muak dengan ketidakadilan (alias ketidakberuntungan) Dave Lizewski (Aaron Johnson) berniat menjadi superhero dadakan dengan modal seadanya. Baju selam berwarna hijau dan dua pentungan menjadi aksesoris andalan superhero-nya yang mempunyai nama alias Kick-Ass. Tapi sayang dunia luar ternyata lebih kejam dari yang dibayangkan, tindakan Dave yang ditonton jutaan orang di Youtube kontan memunculkan banyak pihak yang pro dan kontra.

Pihak yang pro adalah duo anak-ayah yang benar-benar ingin menumpas kejahatan bukan karena ingin mendapatkan wanita seperti yang dilakukan Dave. Mereka adalah, Damon “Big Daddy” (Nic Cage) dan Mindy “Hit-Girl” Macready (Chloe Moretz). Pihak yang kontra adalah penjahat kelas kakap, Frank (Mark Strong) dan anaknya yang sama-sama ingin menjadi superhero dadakan seperti Kick-Ass yaitu Chris “Red Mist” D’Amico (Chistopher Mintz-Plasse).

Aksi salah paham dan keberuntungan Kick-Ass pun terus terjadi di sepanjang film ini ditemani dengan kesadisan Hit-Girl dan dendam kesumat Big Daddy kepada Frank D’Amico yang telah menghancurkan keluarganya. Lalu apakah harus punya kekuatan super untuk menjadi seorang superhero?

Percaya atau tidak, pertama saya menonton Kick-Ass ekspektasi yang saya harapkan adalah film ini akan menyajikan kisah kekonyolan seorang bocah biasa yang bercita-cita menjadi superhero. tapi tensi film ini ternyata makin lama terus menanjak hingga makin serius, walau masih dengan kekonyolan. Ya, film yang didapatasi dari komik buatan Mark Millar yang diterbitkan oleh penerbit komik superhero raksasa, Marvel, ternyata selain menyajikan kekonyolan dan kebrutalan di dalam filmnya, Kick-Ass berhasil menyajikan jalinan cerita yang lumayan berbobot untuk sebuah film vigilante yang berposter warna-warni bak film untuk anak kecil ini.

Otomatis, Kick-Ass menjadi favorit baru saya untuk menggeser The Punisher dan Punisher: War Zone ke posisi lima. Dipenuhi score musik yang saling mengisi dari mulai, Rock, Instrumental hingga Tekno, film ini menyuguhkan pengalaman menonton film vigilante yang “berwarna” dari film vigilante lain yang biasanya ber-atmosfir gelap dan mencekam.

The Comic Itself (More Violence!)

Walau alur cerita di komiknya lebih berwarna (khususnya merah karena darah), kekejaman yang disajikan Matthew Vaughn di versi filmnya sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan kekejaman Kick-Ass agar bisa diterima orang banyak. Tapi jika anda kurang puas, tentu saja komiknya harus anda baca agar hasrat “haus akan darah” anda lebih terpenuhi.

Well, itulah Kick-Ass dengan segala keunikannya. Kehebatan Chloe Moretz yang notabene masih bocah tapi bisa memerankan karakter Hit-Girl yang notabene kejam dan tanpa ampun menjadi daya tarik lain dari film ini. Jajaran cast yang sangat pas! score musik yang top! kekejaman yang “to the point”! dan cerita yang lumayan berbobot. Apa mau dikata? Kick-Ass is number four! he-he.

Tinggal tiga besar berarti di list film Vigilante favorit saya. Mungkin anda sudah bisa menebaknya? atau belum ada bayangan? ya bebas saja sih, tapi yang jelas tiga besar nanti adalah film yang benar-benar tidak bisa saya lupakan. Semua film tiga besar yang nanti akan saya tulis menurut saya bisa menjadi patokan bagi anda yang mau membuat film bertema vigilante. Well, those big three it’s gonna be LEGEN wait for it… DARY! (Barney mode: on) adios guys!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s