The Fighter (2010)


TF

Sinopsis: Inspired by an incredible true story, comes the gritty, affectionately humorous, yet stirring comeback tale of the unlikely boxing hero, “Irish” Micky Ward (Mark Wahlberg), and his half-brother, Dicky Eklund (Christian Bale), who had to come apart as opponents before coming together as brothers in a scrappy fight to win a long-shot championship and strengthen the bonds of their family.

  • Release Date:December 10th, 2010
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:David O. Russell
  • Writer:Paul Attanasio, Lewis Colick, Eric Johnson, Scott Silver, Paul Tamasy
  • Studio:Paramount Pictures
  • Genre:Drama, Sport
  • Akhirnya sang Batman bisa menemani Joker yang sudah terlebih dahulu mendapat piala Oscar untuk best actor in supporting role di ajang bergengsi kemarin. Film apakah yang membuat Christian Bale mendapatkan penghargaan tersebut? apalagi kalau bukan film garapan David O. Russell yang berjudul The Fighter. Film yang diambil dari kisah nyata petinju legendaris pada masanya yaitu Micky Ward dan pelatihnya yang tidak lain adalah kakaknya sendiri Dicky Eklund, mantan juara yang telah berhasil meng-KO Sugar Ray Leonard ini disajikan dengan sederhana tapi dapat membuat saya ikut terhanyut dalam kisah jatuh bangun karir seorang Micky Ward dan orang-orang di sekelilingnya yang terus mendukungnya.

    Pride of the Lowell, itu adalah julukan bagi Dicky Eklund (Bale) yang beberapa tahun silam telah membuat kota Lowell di Massachusetts bangga akan aksinya dalam meng-KO seorang petinju kuat lainnya yaitu Sugar Ray Leonard. Tapi waktu terus berjalan, euforia Dicky sudah berakhir di tahun 1993, tapi Dicky merasa selalu mengalami euforia kemenangan tersebut di otaknya apalagi kalau bukan karena efek obat-obatan yang telah meracuni dirinya. Beda halnya dengan adiknya Micky Ward (Wahlberg) yang memang mengikuti jejak kakaknya bukan sebagai junkie tapi sebagai Continue reading

    American Psycho


    I killed Paul Allen. And I liked it.

    sebuah film klasik dari sang icon action baru christian bale, film film bale memang layak untuk diikuti dikarenakan kapasitasnya sebagai aktor dalam memerankan sebuah peran tidak usah dipertanyakan lagi, setelah melejit dengan serial batman gubahan nolan, christian bale seakan akan menjadi icon baru dalam dunia perfilman hollywood, padahal karir bale sudah dirintis jauh jauh sebelum kemunculan batman yang makin melambungkan nama bale di dunia perfilman, coba saja lihat aksi bale di film berjudul the machinist, film gila yang membuat bale harus menguruskan badannya sampai terlihat seperti tengkorak hidup, tapi satu tahun dari situ bale harus menggemukan kembali badannya hingga bisa berperan di batman begins, bukan main totalitas yang diberikannya tiap bermain dalam sebuah film.

    salah satu filmnya lagi sebelum the machinist yang masih sama sama bertema “kegilaan” yaitu american psycho, dimana bale disini berperan sebagai pria bernama patrick bateman yang wealthy, tampan, sehat, dikagumi banyak wanita dan selalu mementingkan gaya yang berkelas dalam berpenampilan, bekerja dalam perusahaan banking di wall street, membuat bateman menjalani hidup yang istilahnya “living the american dream”. kesempurnaan hidupnya tidak usah diragukan lagi, bateman memakai pakaian designer ternama, mandi dengan “bahan bahan” berkualitas tinggi, mempunyai kartu nama yang didesain elegan mendekati sempurna, mencintai musik musik pilihannya yang disimpan dengan rapi, makan di restoran kelas tinggi dan masih banyak lagi hal hal yang sangat diperhatikan bateman dalam kesempurnaan hidupnya, selain itu bateman selalu berkumpul dengan teman teman “sekelasnya” bercinta dengan wanita wanita cantik bahkan pasangan teman temannya sendiri!

    tapi dibalik semua itu bateman adalah orang yang terobsesi akan kesempurnaannya sendiri, tidak senang melihat orang lain lebih perfect dari dirinya apalagi teman teman kerjanya, dan didalam lubuk hati bateman dia adalah seorang pembunuh gila, membunuh kebanyakan para wanita, diajak bercinta kemudian dibunuh secara sadistik Continue reading