The “Followill” As Kings Of Leon


vlcsnap-2010-11-24-14h03m15s91

paling enak memang kalo bermusik bersama saudara sendiri, tapi paling tidak enak kalau rusuh jika terjadi konflik di dalam bermusik itu sendiri seperti yang dialami gallagher bersaudara di oasis. tapi saya mau membahas band bersaudara yang lain yang lagunya ngena dan nancep di hati saya, yap, mereka adalah followill bersaudara, atau orang lebih mengenal mereka ketika mereka manggung dan menyorakkan nama “kings of leon” yap, itulah mereka, jujur saya baru mengenal mereka ketika album only by the night booming dan menghipnotis jagad musik dunia dengan single andalan sex on fire. padahal sebelum itu mereka telah merilis tiga album dimulai dari tahun 2003 dengan youth & young manhood, kemudian 2004 dengan aha shake heartbreak kemudian 2007 dengan because of the times.

yep, sex on fire, use somebody menjadi hit single mereka yang selalu saya dengarkan berulang ulang. toh caleb, nathan, jared dan matthew tetap menyajikan musik apik yang lebih saya suka sebut alternative rock banget, dan di tahun ini mereka keluar lagi dari persembunyian dengan album barunya come around sundown. saya langsung jatuh cinta pada lagu lagu yang ada di album terbaru mereka, yep, the true alternative rock band is live again, single Continue reading

Fransoa, New Star From Youtube?


Aksi Panggung Fransoa yang Nyentrik
Aksi Panggung Fransoa yang Nyentrik

ADA-ADA saja memang caranya buat terkenal, apalagi di indonesia, surga bagi popularitas yang tak ada hentinya. mungkin anda masih ingat dengan kehebohan duet shinta jojo di situs youtube dan sampai menjadi trending topic di twitter, yap, shinta jojo yang hanya iseng belaka saja dalam menyanyikan ulang lagu keong racun dengan lip-sync bisa jadi artis di indonesia. kemunculan video itu memberi banyak pro dan kontra, apalagi banyak yang bilang mereka tidak kreatif, lah, orang mereka niatnya cuman iseng bukan jadi artis, yap, lupakan kisah mereka dulu sejenak

Lalu sekarang, apa itu fenomena fransoa? ah dia bukan fenomena, tapi saya tuliskan judul tersebut bahwa dia fenomena di mata saya, seorang bule yang berkewarganegaraan perancis yang membuat lagu dalam bahasa indonesia dan sudah merilis videoklipnya di situs youtube, sama halnya dengan shinta jojo yang hanya iseng, fransoa, sama sekali tidak iseng, yap, bisa dibilang single perdananya yang berjudul “kalau saya kaya” ini lumayan banyak Continue reading

Suck!


Sex, Drugs & Rock n Roll Don't Forget the Vampires!

Genre: Horror, Musical & Performing Arts, Comedy

Synopsis: A comedy centered on a rock ‘n’ roll band that will do anything to become famous.

Rated: R [See Full Rating] for vampire violence/gore, language and drug material

Running Time: 1 hr. 31 min.

In Theaters: Aug 2, 2010 Wide

Studio:Independent Films

Directed By: Rob Stefaniuk

Written By: Rob Stefaniuk

apa yang membuat film vampir spesial selain romantisme klise dan darah yang bercucuran dimana mana? tentu saja pengiring musik yang senada dengan tone filmnya, mana ada film vampire memakai lagu disco dan lainnya, hehe, (kecuali twilight saga tentunya) tapi memang musik merupakan unsur paling penting dalam film apapaun tidak terkecuali film vampir, dan uniknya ada film vampir yang membawa tema musik sebagai persoalan utamanya, coba saja queen of the damned, yap, kisah lestat sang vampir legendaris berlanjut ketika dia menjadi vokalis band metal dan menyihir dunia dengan kualitas vokalnya yang hebat sekaligus mengerikan, ya betul itu adalah salah satu film vampir yang membawa musik menjadi persoalan utama mereka selain darah, cinta dan keabadian. dan ternyata di tahun 2009 ada film vampir yang melibatkan musik juga, termasuk film yang tidak begitu booming tapi saya sangat suka, film tersebut berjudul suck!

suck (hisap) sangat kental sekali dengan vampir sang penghisap darah, film ini adalah film karya rob stefaniuk seorang kanada yang menyutradarai, menulis naskah film sekaligus membuat lagu lagu soundtrack sebagai pengiring film ini, well, itu baru mantap, tidak lupa dia juga berperan sebagai tokoh utama di film ini, well, untuk karya yang bisa dibilang karya “one man show” suck ini termasuk film yang harus disaksikan oleh anda bagi pecinta film vampir yang melibatkan musik, dan tentu saja komedi, hehe. suck tidak sealiran dengan queen of the damned yang bernada serius, lebih ringan dan mengocok perut, tapi tidak norak juga. cerita terbilang sederhana, dimulai dari perjuangan band indie yang manggung dari satu tempat ke tempat lain di kanada, band tersebut bernama Continue reading

No One Knows About Persian Cats (Sound of Tehran!)


The Sound From Tehran This Time!

Synopsis: Recently released from prison, two young musicians decide to form a band. Together they search the underworld of contemporary Tehran for other players. Forbidden by the authorities to play in Iran, they plan to escape from their clandestine existence, and dream of performing in Europe. But with no money and no passports, it won’t be easy… –© IFC

Rated: Unrated

Running Time: 1 hr. 46 min.

In Theaters: Apr 16, 2010 Wide

Studio:IFC Films

Directed By: Bahman Ghobadi

Written By: Bahman Ghobadi, Hossein Mortezaeiyan

Cast

no one knows about persian cats? do you know them? mungkin anda juga bingung, ini maksudnya nanyain binatang kucing atau gimana? hehe, bukan saudara saudara sekalian, itu adalah judul dari film yang baru saja saya tonton, dan filmnya menarik sekali, wajib nonton bagi anda pecinta musik, yap, no one knows about persian cats (NOKAPC) menceritakan scene musik indie yang susah berkembang di negara iran, khususnya di tehran, maka sang sutradara bahman ghobadi mencoba mengulas hal tersebut dengan sedemikian rupa dan lumayan unik. film ini sebenarnya bisa dikatakan semi dokumenter, karena semua kejadian lokasi dan karakter yang ada di film ini asli alias benar adanya, hanya satu aktor saja yang memainkan peran di film ini.

NOKAPC bercerita tentang sepasang muda mudi bernama ashkan dan negar, mereka berdua adalah penyanyi dan pencipta lagu, mereka ingin membentuk suatu band agar bisa melakukan konser dan tur sungguhan di luar negeri, london adalah cita cita dari negar, yap, dia ingin melakukan konser disana karena di tehran sendiri susah sekali untuk mendapat ijin dari pemerintah soal konser musik, apalagi mereka beraliran indie rock, entah siapa yang Continue reading

9 Songs


Love The Music, Feel The Sex

SINOPSIS: 9 Songs is a cinema-verite love story, a tale of two lovers who go to indie rock concerts and well… have a lot of kinky sex. Cut together with actual concert footage and real sex melded together as the memories of the protagonist, while he flies over the Arctic on an expedition. The Bands: Franz Ferdinand, The Von Bondies, The Dandy Warhols, Black Rebel Motorcycle Club, Elbow, Super Furry Animals and more.

hati hati, jangan berpikir jorok dulu, walaupun memang film ini film dewasa yang sangat eksplisit, tapi ini bukan film porno yang frontal layaknya vivid production, hehe, 9 songs adalah film kontroversial yang diarahkan oleh sang sutradara michael winterbottom, kenapa kontroversial? karena adegan seks para pemerannya disini ditampilkan secara jelas dan gamblang tidak tanggung tanggung, hehe, makanya banyak yang menyebut film semacam ini beraliran softcore, lebih halus dari film porno asli! weleh weleh bingung ya? ya intinya gitu deh, hehe.

ada matt (o’brien) dan lisa (stilley) pasangan muda mudi ini sedang dimabuk cinta, mereka melakukan hubungan seks yang intens di tempat tinggal matt, sesekali mereka pergi ke konser musik dimana para musisi musisi british indie banyak yang melakukan konsernya disana, dari black rebel motorcycle club hingga franz ferdinand, total kurang lebih 9 lagu yang menjadi selingan hubungan percintaan mereka yang dilakukan dengan sangat bervariasi, dari kamar tidur hingga Continue reading

A Thousand Suns (New Sound from Linkin Park)


"New" Metal from Mike Cs

yap, “new” metal, dulu linkin park adalah rajanya nu metal setelah limp bizkit dan lain lainnya, padu padan rap dan scream dari duo vokalisnya sukses menggebrak dunia, aliran musik yang sangat digemari pada masanya waktu itu, seiring waktu berjalan, linkin park tiada hentinya menelurkan lagu lagu berkualitas tapi dengan penuh inovasi tentunya. dari hybrid theory hingga meteora, chester dkk menampilkan performa musik nu metal yang dibilang gahar, distorsi dimana mana, lengkingan teriakan chester yang menggema hampir di seluruh track lagu album albumnya. sekian lama vakum dan lebih suka bekolaborasi dengan jay-z dan proyekan iseng mike shinoda dengan fort minor-nya, linkin park kembali lagi dengan album minutes to midnight, album yang bisa dibilang mempunyai perbedaan yang cukup signifikan dari dua album sebelumnya, gampangnya saya katakan Continue reading

24 Hour Party People (It’s All About New Wave)


Not Only Football, Manchester is Town of New Wave Legend

SINOPSIS: Manchester, 1976. Tony Wilson (Steve Coogan) is an ambitious but frustrated local TV news reporter looking for a way to make his mark. After witnessing a life-changing concert by an unknown band known as the Sex Pistols, he persuades his station to televise one of their performances, and soon Manchester’s punk groups are clamoring for him to manage them. Riding the wave of a musical revolution, Wilson and his friends create the legendary Factory Records label and The Hacienda club, and bands like Joy Division, New Order, and the Happy Mondays emerge to change the industry forever. Packed with an incredible soundtrack and a famous cast of characters, 24 Hour Party People is a sprawling, energetic, and humorous history of one of the most important periods in modern music.

manchester, siapa yang tidak tahu kata itu, orang pasti tahu manchester united, klub sepakbola yang terkenal seantero dunia, bahkan yang tidak tahu sepakbola pun bisa tahu manchester united, yap, tim sepakbola asal kota manchester inggris itu memang bisa dibilang melegenda hingga sekarang, legenda hidup bahkan, tapi sudahlah, saya sedang tidak mood berbicara sepakbola, karena sudah dua musim ini di liga inggris saya selalu mendukung tim sekotanya yaitu manchester city, hehe (itu masih ngomongin bola!) okey, back to the topic, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa scene musik new wave di inggris juga berasal dari kota sepakbola ini, yap, apa anda tahu new order? band yang digawangi bernard sumner, peter hook dan stephen morris ini? mereka setidaknya masih merilis album hingga tahun 2005 kemarin, masih dengan patron musik new wave nya, tapi apakah anda tahu sebelum new order besar, mereka bertiga diatas juga punya band besar bernama joy division, nah, mungkin anda tahu juga band yang satu ini, yap, joy division yang katanya namanya berbau bau nazi ini adalah pelopor scene musik new wave di manchester sana, bersama ian curtis sang vokalis yang aneh, bernard sumner, peter hook dan stephen morris merajai panggung panggung kecil manchester, dan film ini menceritakan kesuksesan dibalik scene musik yang berkembang setelah era-nya joy division dan seterusnya.

bermula dari seorang pria bernama tony wilson (coogan), seorang reporter TV lokal di manchester yang bosan meliput berita berita yang diantaranya cukup konyol (setidaknya itu yang ditampilkan di film ini), ditengah kebosanannya, tony mencoba menonton sebuah pertunjukan musik di sebuah panggung kecil, desas desus yang bermain adalah band bernama the buzzcocks, the buzzcocks setidaknya band yang sudah punya nama disana. hanya 42 orang yang memadati panggung kecil tersebut, dan konyolnya the buzzcocks tidak jadi datang, penampilan mereka digantikan oleh band yang beranggotakan 4 orang kurus dan bergaya aneh memainkan musik yang bising serta Continue reading

The Runaways


The Rebel Young Girl!

SINOPSIS: Kristen Stewart and Dakota Fanning star in this music-fueled story of the ground-breaking, all girl, teenage rock band of the 1970s: The Runaways. The film follows two friends, Joan Jett and Cherie Currie, as they rise from rebellious Southern California kids to rock stars of the now legendary group that paved the way for future generations of girl bands. Joan and Cherie fall under the Svengali-like influence of rock impresario Kim Fowley, played by Michael Shannon, who turns the group into an outrageous success and a family of misfits. With its tough-chick image and raw talent, the band quickly earns a name for itself—and so do its two leads: Joan is the band’s pure rock’ n’ roll heart, while Cherie, with her Bowie-Bardot looks, is the sex kitten. Written and directed by Floria Sigismondi, the film chronicles Joan and Cherie’s tumultuous relationship on and off stage, as the band starts to break out.

bosan melihat kristen stewart di twilight saga? silakan mencicipi film lainnya yang satu ini, apalagi film ini melibatkan pemeran bella tersebut memerankan salah satu legenda rock wanita terkenal tahun 70an yaitu joan jett. bagi yang tidak tahu joan jett mungkin pernah mendengar lagu berjudul “i love rock n roll” yang dinyanyikan vokalis wanita, yap, itu adalah lagu paling terkenal joan jett bersama bandnya the blackhearts, tapi tahukah anda, sebelum joan jett melejit, joan jett memulai karirnya bersama band rock wanita pertamanya bernama the runaways. band yang digawangi oleh joan jett tersebut cukup melejit sebelum bubar pada waktu itu. lalu selain joan jett, ada cherie currie, vokalis wanita remaja berumur 16 tahun, sehingga image teenage girl rock band memang sangat lekat dengan band the runaways ini dikarenakan para personilnya memang masih muda semua.

semua berawal dari keinginan menggebu gebu joan jett (stewart) yang ingin bermain musik dan membentuk band, kesempatan tersebut datang ketika dia bertemu seorang pria bernama kim fowley (shannon) yang ternyata adalah seorang produser rekaman artis yang cukup ternama, mendengar ide dari jett tentang konsep all girl rock band, kim pun tertarik dan mulai mencari sosok vokalis yang cocok menjadi icon dari band yang kelak bernama the runaways ini, maka ditemukanlah seorang gadis lugu bernama cherie (fanning), cherie yang merupakan penggemar david bowie tersebut langsung didaulat menjadi front”girl” dari band the runaways. maka the runaways pun mulai menggebrak industri musik amerika, dengan lirik yang “nakal” hasil kreasi dari sang produser mereka yang nyentrik kim fowley seperti cherie bomb, the runaways Continue reading

It Might Get Loud!


Three Virtuoso of Guitar

SINOPSIS: Rarely can a film penetrate the glamorous surface of rock legends. It Might Get Loud tells the personal stories, in their own words, of three generations of electric guitar virtuosos The Edge (U2), Jimmy Page (Led Zeppelin), and Jack White (The White Stripes). It reveals how each developed his unique sound and style of playing favorite instruments, guitars both found and invented. Concentrating on the artists musical rebellion, traveling with him to influential locations, provoking rare discussion as to how and why he writes and plays, this film lets you witness intimate moments and hear new music from each artist. The movie revolves around a day when Jimmy Page, Jack White, and The Edge first met and sat down together to share their stories, teach and play. [D-Man2010]

betul, anda tidak salah lihat, ada jimmy page, ada the edge dan ada jack white, gitaris dari tiga generasi yang berbeda, mereka berembuk untuk saling berbagi ilmu tentang gitar listrik andalan mereka masing masing, dimulai dari jack white sang gitaris sekaligus vokalis dari band “irit personil” yaitu the white stripes dan band rock blues the racounters yang tidak peduli dengan merek gitar, karena gitar yang dia gunakan sendiri bisa ditemukan dimanapun bahkan di supermarket ujarnya, white kurang suka dengan suara suara gitar yang makin kesini makin revolusioner karena pemakaian efek efek gitar yang canggih, entah mengapa white lebih menyukai lengkingan dan distorsi gitar yang bising serta minim pengaruh efek gitar. hal tersebut bertolak belakang dengan the edge sang gitaris dari band legendaris U2 yang memang sudah hobinya dalam “mengulik” sound sound gitar yang dihasilkan dari efek efek tertentu, terbukti lagu lagu U2 belakangan ini banyak dihasilkan dari hasil “ulik-ulikannya” the edge dalam menciptakan suaranya, lucunya the edge bicara bahwa lagu lagu U2 yang dianggap soundnya unik didengar ternyata tidak sesusah memainkannya dalam mode akustik sembari memainkan intro dari lagu elevation.

kemudian ada jimmy page, sang gitaris dari supergrup legendaris led zeppelin ini menuturkan bagaimana pencapaiannya bersama bandnya ketika masa itu, susahnya membuat lagu lagu yang menjadi hits sekaligus memorable sampai saat ini, dengan rambut yang hampir 100% sudah berubah warna menjadi putih, jimmy page banyak menceritakan proses pembuatan lagu lagu led zeppelin dan keluh kesahnya menghadapi kritikan media terhadap karya karya led zeppelin yang tidak bisa disebut gampang dalam meramunya, sebut saja lagu lagu seperti black dog hingga stairway to heaven Continue reading

Rammstein “BURN” Rock Am Ring 2010!


sudah lama tidak menanti aksi panggung gila dari rammstein, akhirnya ketika live mereka di rock am ring 2010 beredar tanpa pikir panjang saya langsung menyedotnya tanpa ampun, alih alih bisa mendengarkan seluruh konsernya, ternyata eh ternyata hanya 5 lagu yang bisa saya nikmati dari till lindemann, entah kenapa memang seperti itu hasil downloadannya, well sedih, karena tidak bisa menyaksikan single pussy dari mereka dibawakan secara live, tapi tak apa, semoga ada yang berbaik hati mau mengupload full concert mereka di rock am ring 2010 tersebut. rammstein yang selalu tampil live dengan menghebohkan mengulang kembali hal itu di rock am ring 2010 ini, dengan parade semburan api yang gila gilaan membuat suasana di panggung benar benar “terbakar”, dibuka dengan lagu rammleid till bernyanyi dengan mulut yang bercahaya, entah diisi dengan apa mulutnya tersebut, tapi memang aksi panggung mereka sangat sangat total seperti biasa.

Till Lindemann yang Mengerikan!

kemudian dilanjut dengan lagu yang masih diambil dari album terbaru mereka liebe ist fuer alle da, yaitu ich tu dir weh, pada lagu ini aksi teatrikal dipertunjukan kembali yaitu till lindemann menarik sang keyboardis “waras” christian “flake” lorenz untuk dimasukan kedalam sebuah bak mandi kecil yang ada di panggung, lalu meludahinya (sableng memang!) lalu till pun naik ke sebuah lempengan di atas panggung yang bergerak naik keatas tepat diatas bak tempat flake “ditidurkan”, dengan membawa sebuah ember yang berisi bara api, lalu ketika chorus ich tu dir weh dinyanyikan till seraya menumpahkan “bara api” dari ketinggian kurang lebih 10 meter kedalam bak Continue reading