Megamind (2010)


Megamind

Sinopsis: When super villain Megamind defeats his archrival Metro Man, the world should be his oyster. But instead, Megamind falls into total despair. It turns out that life without a rival is life without a point for him. So he creates a new superhero rival. Unfortunately, the new hero wants to be a super villain too. Who can we turn to? Who has what it takes to stand up to this menace? Who will defend the innocent? Megamind! That’s who.

  • Release Date:November 5th, 2010
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Tom McGrath
  • Genre:Animation, Comedy, Family, 3D
  • Diiringi dengan lantunan lagu yang dibawakan oleh Trent Reznor di masa kebangkitannya tahun 80-an, saya mencoba menulis review tentang film yang baru saya tonton barusan sekali. Film tersebut berjudul Megamind, sebuah film animasi keluaran studio DreamWorks Animation tahun 2010 kemarin. Studio yang sering bersaing dengan Pixar dalam hal membuat film animasi ini mengeluarkan amunisi terakhirnya di tahun 2010 kemarin dengan film animasi berplot klise. Lalu apa daya tariknya? tentu saja para pengisi suaranya yang termasuk jajaran aktor papan atas Hollywood membuat film yang mengisahkan penjahat super berkepala botak ini menjadi lebih hidup.

    Alkisah hidup seorang penjahat super bernama Megamind (Ferrell) yang sudah lama menyimpan keinginan untuk menyingkirkan rival terbesarnya yaitu sang pelindung Metro City Metro Man (Pitt). Maka dengan bantuan sidekick Megamind yaitu Minion (Cross), Megamind akhirnya bisa melenyapkan Metro Man. Hari berlalu dengan cepat, Metro City rindu dengan pelindung sejatinya Metro Man tak terkecuali sang reporter, Roxanne (Fey) dan kameramennya, Hal (Hill). Disaat itu pula Megamind berniat menciptakan seorang superhero baru agar dia mendapat lawan tanding yang seimbang, maka tanpa kesengajaan (plus kebodohan) Megamind, Hal, sang kameramen menjadi seorang superhero baru yang jauh dari Continue reading

    Ashton Kutcher is a Killer(s)?


    Another Mr & Mrs Smith? Without Mrs

    SINOPSIS: Trying to recover from a sudden break-up, Jen Kornfeldt (Katherine Heigl) believes she’ll never fall in love again. But when she reluctantly joins her parents on a trip to the French Riviera, Jen happens to meet the man of her dreams, the dashing, handsome Spencer Aimes (Ashton Kutcher). Three years later, her seemingly impossible wish has come true: she and Spencer are newlyweds living the ideal suburban life – that is, until the morning after Spencer’s 30th birthday when bullets start flying. Literally.

    It turns out Spencer never bothered to tell Jen he’s also an international super-spy, and now Jen’s perfect world has been turned upside down. Faced with the fact that her husband is a hit man, Jen is determined to discover what other secrets Spencer might be keeping – all the while trying to dodge bullets, keep up neighborly appearances, manage the in-laws…and work out some major trust issues.

    And you thought suburban life was easy.

    killers adalah judul film terbaru yang dibintangi oleh ashton kutcher dan juga katherine heigl, tenang saja, ini bukan film pembunuhan serius ala film film alfred hitchcock, sebaliknya, film killers ini adalah film komedi romantis yang dibalut sedikit action. premis film ini sendiri bisa dibilang hampir mirip mirip film brad pitt dan angelina jolie yang tenar beberapa tahun lalu, yaitu mr & mrs smith, yap betul, killers mempunyai jalan cerita yang hampir sama hanya beda tampilan saja dengan film brangelina tersebut.

    killers bercerita tentang seorang mata mata handal yang dikontrak sebuah agency, mata mata tersebut bernama spencer (kutcher) ketika sedang menjalankan misi pembunuhannya di kota nice prancis, spencer bertemu dengan seorang wanita cantik bernama jen (heigl) yang sedang berlibur bersama kedua orang tuanya yang over protektif, apalagi ayahnya jen yaitu mr. kornfeldt (selleck), bisa ditebak, keduanya pun jatuh cinta dengan instan dan spencer memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai mata mata yang sering membunuh banyak orang orang berbahaya. tiga tahun kemudian ketika spencer dan jen hidup tenang di rumah mereka yang terletak di perumahan sederhana dan memiliki banyak tetangga yang ramah, sesuatu dari masa lalu datang menghampiri spencer, atasan lama spencer ingin bertemu dengannya membicarakan pekerjaan terbarunya, tapi ketika spencer ingin menemui atasannya yang sedang bersembunyi di tempat rahasia, spencer diserang teman kerjanya sendiri, tentu saja spencer heran, mengapa temannya berbuat seperti itu, maka spencer menyadari bahwa teman teman kerja dan tetangga tetangga di rumahnya adalah para pembunuh Continue reading

    Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles


    The Dynamic Duo of All Time...

    kapan terakhir kali anda ingat mega bintang hollywood tom cruise dan brad pitt main di satu film bersama? mungkin agak lupa ya? tapi mungkin kalau membicarakan suatu film klasik pada tahun 1990-an yaitu interview of the vampire, pasti orang bakal langsung tahu, oh betul! mereka disitu bermain bersama, dan jangan lupa, interview with the vampire tidak hanya diisi oleh mega bintang tom cruise dan brad pitt, tapi calon mega bintang lainnya yaitu kirsten dunst yang masih mungil, oiya jangan lupa icon jagoan latin antonio banderas serta christian slater aktor tahun 90-an yang sekarang lebih banyak bermain di serial televisi. jika bisa disimpulkan mungkin sebuah film vampire berkualitas dan diisi aktor aktor ternama mungkin hanya film ini saja yang bisa disebut. diangkat dari buku novelis anne rice, the vampire chronicles dibagi menjadi 3 buku, dan interview with the vampire ini adalah adaptasi dari buku pertamanya, lalu apa yang terjadi dengan buku kedua dan ketiga? mungkin anda mengira sisa dari buku anne rice tidak difilmkan, tapi apakah anda ingat film berjudul queen of the damned? yap, cerita tentang vampire yang bertransformasi menjadi rockstar gila, hingga lagu lagunya membangkitkan sang ratu vampire dan dia adalah lestat, yup betul! queen of the damned adalah adaptasi bebas dari novel anne rice yang masih menceritakan lestat, bedanya di interview with the vampire tom cruise yang menjadi sang lestat, sedangkan di queen of the damned adalah stuart townsend yang menjadi lestat ditemani mendiang aaliyah sebagai queen akasha, well dua duanya saya suka dibalik dari semua kekurangannya, tapi sekarang kita akan membicarakan the masterpiece dari novel anne rice itu sendiri yaitu interview with the vampire.

    interview with the vampire adalah sebuah film yang menceritakan tentang perjalanan seorang vampire yang sudah mengarungi dunia selama 200 tahun yaitu louis (pitt) hingga pada suatu waktu ada seorang reporter yang selalu mengikuti louis hingga akhirnya diperbolehkan louis untuk bertemu dengan dirinya, dia adalah malloy (slater) pria yang mempunyai banyak pertanyaan pada sosok louis, tapi yang membuat malloy terkaget kaget adalah bahwa louis adalah seorang vampire, maka mau tidak mau malloy harus menyelesaikan ceritanya dan bersiap mendengarkan cerita louis dari awalnya manusia biasa hingga menjadi vampire. louis menceritakan perjalanan hidupnya dari abad ke-18, dari hanya seorang pria biasa yang putus asa dan sedih karena ditinggal mati istri dan anaknya hingga louis memutuskan untuk mati konyol, tapi hal tersebut disaksikan oleh lestat (cruise) seorang vampire yang tertarik untuk memberi “kehidupan” baru pada louis yang sudah putus asa tersebut, tanpa basa basi louis digigit dan menjadi seorang vampire malam itu juga, louis merasa mempunyai kehidupan baru, apalagi lestat yang senang akan “murid” barunya yang baru lahir. tapi seiring perjalanan hidup mereka, louis adalah seorang vampire yang masih mempunyai naluri manusia, tidak tega membunuh Continue reading

    Being John Malkovich (For Real!)


    The Real Puppeter...

    film yang judulnya terdengar aneh, pertama saya kira ini judul film ini adalah sebuah kiasan, tapi ternyata dalam arti yang sebenarnya, menjadi john malkovich! sudah pasti film seperti ini mengusung tema out-of-the-box, ini semua diluar nalar dan logika, sangat absurd dan unik sekaligus.

    bercerita seorang puppeter (yang memainkan boneka kayu dengan benang-benang yang dikendalikan jari jarinya) bernama craig yang hidupnya hanya untuk bermain boneka kayu karena ketrampilannya yang unik, sayang sekali tidak ada yang mau memakainya untuk menjadi penghibur, craig pun mencari kerja dikarenakan istrinya menyuruhnya untuk mencari pekerjaan yang benar, sampai akhirnya craig diterima di sebuah perusahaan yang berkantor di sebuah gedung dan bertempat di lantai 7 1/2, yap betul, diantara lantai 7 dan lantai 8, sehingga atap lantai tersebut sangat rendah dan karyawan disana harus membungkuk untuk melakukan aktivitasnya (sudah mulai terlihat sangat absurd bukan?) hingga akhirnya craig menemukan sebuah pintu misterius di kantornya yang membawanya ke dalam tubuh seseorang yaitu john malkovich! sang artis hollywood, aneh tapi nyata, craig pun mulai mengkomersilkan temuannya dengan bantuan partner wanitanya yang lumayan aneh juga, mereka menjual jasa bagi siapapun yang ingin menjadi john malkovich dalam waktu 15 menit!

    film yang sangat terdengar absurd pastinya, tapi nampak mempunyai makna, dengan menjadi seseorang yang punya pengaruh, pastinya kita akan puas, siapa yang tidak ingin menjadi seseorang yang dikenal, itulah impian craig sebenarnya, hingga akhirnya dia sadar bahwa dirinya hanyalah dirinya bukan seorang terkenal layaknya john malkovich, film ini mungkin membawa nuansa satire dalam penyuguhannya, be or not to be. dengan jajaran cast yang terbilang lumayan, seperti john cusack, cameron diaz, john malkovich, dan beberapa cameo yang unik seperti brad pitt, sean penn, hingga charlie seen, film tahun 1999 arahan sutradara spike jonze ini lumayan menghibur saya dengan temanya yang absurd dan diluar nalar kita, sekaligus memberi pesan bahwa, menjadi orang lain bukan berarti kita bisa melakukan segalanya.

    Inglorious “Son-Of-A-Bitch” Basterds!


    History Re-arranged By Quentin Tarantino

    hmmm, film yang lumayan sudah menjadi incaran saya juga setelah Surrogatesnya bruce willis yang so-so lah, hehehe, yap, first thought is… nothing, seperti ala tarantino biasa, lebih tepatnya ini film polanya mirip sekali dengan kill bill dwiloginya (mengingat film itu film sukses tarantino terbaik menurut saya) dengan opening scene pengenalan cast cast dengan font “ciri khasnya” kemudian dilanjut dengan pencatuman “chapter” di setiap scenenya, well, its remind me a lot of kill bill dwilogy.

    but, straight to story, ceritanya memang gila, tarantino mengubah sejarah dengan caranya sendiri, kejam, sadis, dan gila tentunya, ditambah dengan akting brad pitt yang mumpuni dan hal yang paling saya sukai dari film ini adalah dengan penggunaan bahasa sesuai latar belakang film ini yang sangat otentik, itu yang mungkin membuat nilai tambah film ini, ada bahasa jerman, ada bahasa italia, bahasa prancis, dan tidak ketinggalan bahasa inggris ala brad pitt. semua terlihat sangat apik dan indah, seharusnya director film perang hollywood belajar dari quentin tarantino, yang notabene walaupun kisahnya tentang PD II di jerman, tetap saja penggunaan bahasanya masih bahasa inggris.

    kalau cerita, tidak usah dipertanyakan, tipikal tarantino, dialog panjang, melebar, kadang tidak penting tapi masuk akal, dan adegan yang paling saya sukai ketika adegan “rendezvous” di bar kecil yang berawal dari ketololan “dialek”. pintar memang, yap cukup film ini sebagai pemuas dahaga anda akan karya tarantino, so what’s you waiting for, enjoy!