Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives (2010) (Palme d’Or of Last Cannes!)

Uncle-Boonme-Who-Can-Recall-His-Past-Lives

Sinopsis: Suffering from acute kidney failure, Uncle Boonmee has chosen to spend his final days surrounded by his loved ones in the countryside. Surprisingly, the ghost of his deceased wife appears to care for him, and his long lost son returns home in a non-human form. Contemplating the reasons for his illness, Boonmee treks through the jungle with his family to a mysterious hilltop cave – the birthplace of his first life.

Kita tahu bahwa The King’s Speech adalah film terbaik versi Oscar tahun ini, lalu apakah anda tahu film terbaik versi Cannes Festival tahun kemarin yang baru diputar di bioskop Amerika tahun ini? jawabannya adalah film asal Thailand yang digarap oleh Apichatpong Weerasethakul yang berjudul lumayan panjang yaitu Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives. Film yang menyabet gelar Palme d’Or ini memang bukan film seperti biasanya. Film yang mengisahkan perjalanan spiritual paman Boonmee ini memang film yang cocok untuk Cannes Festival apalagi salah satu jurinya waktu itu memuji film ini, dan juri tersebut bernama Tim Burton.

Apa yang membuat paman Boonmee ini menarik untuk ditonton? Boonmee (Saisaymar) adalah seorang petani yang tinggal di gunung dan sedang menghadapi ajal karena penyakit gagal ginjalnya. Boonmee tidak sendirian, adik iparnya Jen (Pongpas) dan keponakannya Tong (Kaewbuadee) serta anak buah setianya turut serta merawat Boonmee. Cerita pun mulai berubah menjadi absurd kira-kira 15 menit setelah film dimulai. Ketika Boonmee, Jen dan Tong sedang makan malam, tiba-tiba muncul roh istri Boonmee yang meninggal 19 tahun yang lalu, tidak cukup itu saja, anak Boonmee yang sudah menghilang 13 tahun lamanya muncul kembali dalam wujud monyet besar bermata merah!

Tapi tebak? reaksi Boonmee, Jen dan Tong bukan histeris atau ketakutan setengah mati, mereka malah menyambut kedatangan kembali keluarga Boonmee yang sudah lama tiada. Reuni keluarga Boonmee yang absurd tersebut adalah salah satu bentuk keabsurdan yang ditawarkan sang sutradara yang kerap dipanggil Joe ini. Betul, kita akan menyaksikan bagaimana perjalanan Boonmee menuju kematiannya dengan dibimbing oleh dua anggota keluarganya yang benar-benar sudah bukan manusia lagi. Hal tersebut dibalut dengan sangat sunyi, panjang dan damai oleh sang sutradara seakan akan ingin menegaskan bahwa kematian itu harus dihadapi dengan damai.

Jujur saya bukannya bosan menonton film yang banyak menampilkan scene-scene diam, sunyi yang dipenuhi dengan suara latar suasana hutan di malam hari. Saya justru penasaran dengan alur cerita absurd nan aneh dari kisah paman Boonmee ini, apalagi momen munculnya roh sang istri dan anak yang sudah bertransformasi menjadi monyet sangat kocak di mata saya. Ya, saya tersenyum melihat suasana aneh tersebut, bagaimana tenangnya sang paman menghadapi semua kejadian tersebut.

Selain itu, di tengah film ini juga diselipkan suatu cerita tentang sang putri buruk rupa yang memohon pada roh ikan lele agar bisa cantik. Sebagai balasannya sang putri akan memberikan semuanya, termasuk kehormatannya. Jujur saya bingung, karena cerita tersebut seperti tidak ada kaitannya dengan cerita paman Boonmee yang sedang menderita gagal ginjal, tapi mengingat judulnya yang mempunyai makna “pria yang bisa mengingat kehidupan sebelumnya” mungkin itu adalah suatu fase dimana hidup Boonmee sebelum reinkaranasi menjadi seorang petani.

Memang makin membingungkan bukan? apalagi ending-nya yang terbilang super absurd! entahlah, yang jelas film ini menghadirkan suatu kisah manusia yang dicampur dengan dongeng atau legenda lokal rakyat Thailand, jadi tidak sepenuhnya saya mengerti betul arti dari cerita film ini keseluruhan. Walaupun begitu film ini tidak membuat saya mengantuk ataupun bosan, justru saya selalu makin penasaran hingga film ini ditutup dengan ending yang membuat saya mengerenyitkan dahi.

Genre slice of life dicampur sedikit fantasy, myth dan tidak lupa komedi natural membuat film Uncle Boonmee ini lumayan enak untuk ditonton walau tidak sepenuhnya saya paham akan maksud yang ingin disampaikan oleh Joe sang sutradara. Tapi mungkin karena kesederhanaan dari film ini yang menampilkan dengan naturalnya kehidupan Boonmee dan orang-orang yang ada di sekelilingnya membuat film ini menjadi istimewa di mata para juri Cannes Festival tahun kemarin. Saya pun tidak memungkiri, film ini menawarkan sesuatu yang sangat “Asia” sekali, jauh dari bayang-bayang Hollywood ataupun film yang biasa kita tonton.

Menggabungkan unsur dongeng, fantasi, dan drama yang natural, Uncle Boonmee dijamin akan membuat Anda terbengong-bengong, di satu sisi penasaran, di satu sisi anda akan terus mencari tahu apa maksud dari film ini. Well, sebuah perjalanan spiritual yang epik telah saya tonton semalam, tapi entah apa film ini cocok bagi Anda? Saya sendiri menilai film ini fair saja, karena terus membuat rasa penasaran bagi diri saya pribadi, he-he. Well, enjoy the tale of uncle boonmee and his (past) lifes.

RATING: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s