Yours Truly (2011) (Short Film, Indie Film, You Name It!)

Yours Truly - Online Premiere[16-23-16]

Sinopsis: Todi, a young man who lives alone and hardly socialize at all, works in a flower shop called “Yours Truly”. The shop provide a flower delivery services with the message that can be sang. Being an introvert and rigid, while working as a message singer, Todi actually wish to be more outgoing and affable in nature. Until one day, Todi deliver an order to Kayla, a talkactive and friendly beautiful woman. From that moment, there is a immediate attraction between the two. As they get closer, the nightmare begins.

Release Date: 14th February 2011 [UPDATE!] Re-scheduled to 28th Feb 2011

Genre: Psychological Horror/Thriller, Short Film

Studio: Lucky Beanie Pictures & Cine et Cetera

About: ‘Yours Truly’ is an indie psycho-horror Short Film.

Description: ‘Yours Truly’ is a short film directorial debut of wifey-hubby, Elvira Kusno and Ian Salim.
Our ‘die-hard’ Team Members:
Director of Photography: Fredy Wijaya
Sound: Yusuf Ilyas
Edited by: Elvira Kusno
Line Producer: Ari Anastasia CHR
Make-up: Nonie Alexandra Eve
Stills (Behind the Scene): Adit Sastradipradja, Andhika Wibisana
Music Scoring: Albert Juwono
Associate Producer: Mimi Kwok
Poster photography by: Fredy Wijaya

Starring: Todi Pandapotan, Kyla Pisita White, Cecep Reza

Directed By: Elvira Kusno & Ian Salim

Written By: Elvira Kusno

Screenplay By: Elvira Kusno & Ari Anastasia CHR

Produced By: Ian Salim & Elvira Kusno

Website:

http://www.facebook.com/yourstrulymovie
http://www.twitter.com/cineetcetera

Ditengah gonjang-ganjing kegilaan pemerintah yang menaikkan pajak untuk film impor, mari kita rehat dulu dengan menonton beberapa film Indonesia yang lumayan luput dari pandangan kita. Mengapa? karena secara alamiah, dalam diri kita warga Indonesia, sudah terpatri di otak kita bahwa film Indonesia kalau tidak horror-vulgar ya komedi-vulgar, kalau tidak ya menggabungkan tiga genre tersebut dan kalau tidak film slasher-vulgar yang baru-baru ini menjadi tren setelah film religi yang lumayan masih bisa dicerna dari semua genre diatas.

Lalu film apakah Yours Truly ini? Saya juga baru mendengarnya kemarin, sempat heboh di dunia maya dan ternyata film yang rencananya dirilis hari Valentine kemarin ternyata diundur jadi akhir bulan februari kemarin. Well, tanpa pikir panjang saya penasaran ingin menonton film ini, film yang disutradarai oleh Elvira Kusno dan Ian Salim ini menyajikan genre Psychological Horror atau Thriller. Lalu kenapa judulnya sangat romantis? ah, anda harus mulai berpikir cerdas disini kalau belum kerasukan virus Pocong Ngesot dkk.

Film indie yang berdurasi 16 menit ini menyajikan kisah seorang pria bernama Todi (Pandapotan) seorang pengantar bunga yang introvert yang hanya membagi kisahnya dengan tape recorder kesayangannya. Suatu hari di tengah tugasnya Todi harus mengantar bunga ke seorang wanita bernama Kayla (White) dan bisa ditebak, seperti cerita romantis kebanyakan, Todi mulai jatuh cinta dengan Kayla. Yap, hubungan mereka mulai manis, Todi mulai berani bicara walau belum sepenuhnya sembuh dari gejala introvert akutnya, tapi selain itu Todi pun mulai menyadari bahwa Kayla sendiri bukan tipe wanita “pendengar”, melainkan tipe wanita “pembicara”. Hal tersebut lama-lama membuat Todi kesal, dan anda tinggal membayangkan saja ending-nya akan berakhir seperti apa jika dikaitkan dengan genre film ini.

Sebuah film indie! 16 menit, cerita apik, dan tidak lupa twist yang menarik! Betul sekali, jujur saya sempat menganggap film ini biasa-biasa saja, apalagi setelah melihat full trailer-nya saya langsung beranggapan film ini akan seperti film-film thriller pada umumnya yang notabene sudah saya tonton. Tapi ternyata, sang Elvira Kusno nampaknya menyadari bahwa ada penonton yang seperti saya, yang sudah bisa menebak arah cerita ketika melihat trailer-nya. Oleh karena itu disisipkanlah “kejutan” spesial di akhir film ini, ha-ha, you got me!

Selain cerita yang menarik dan tidak biasanya. Film pendek ini menyajikan kualitas editing dan gambar yang luar biasa, walau menggunakan DSLR tapi hasilnya apik dan bisa dibilang enak ditonton. Score musik yang pas juga bisa dibilang salah satu keunggulannya, tapi dengan latar kamar-kamar apartemen dan lorong-lorong yang menyertainya, nampaknya sang sutradara penggemar fanatik film-film hollywood yang notabene tidak menggunakan rumah sebagai “tempat tinggal” pada umumnya warga Indonesia. Hal tersebut tidak begitu menjadi masalah bagi saya walau menurut saya pribadi film ini akan berjalan lebih intens jika kejadian-kejadian di film ini diambil di tempat-tempat yang sudah lumrah di mata para penonton lokal.

Terakhir tentunya adalah kualitas akting sang pemain utama yaitu Todi Pandapotan dan Kyla Pisita White. Bisa dibilang saya lumayan kurang suka dengan pembawaan karakter Todi dan Kayla, tapi saya maklum karena Todi sendiri background-nya adalah orang yang introvert jadi okelah kalau dia monolog seperti robot di film ini. Sedangkan Kayla yang diperankan Kyla (tanpa “A”) kurang menunjukan muka innocent dan “sisi” lainnya dengan sempurna, apa karena dia blasteran bukan orang indo asli? entahlah, artikulasi bahasanya pun cukup mengganggu saya.

Tapi saya maklum untuk semua hal tersebut karena ini adalah film yang berdurasi 16 menit, sebuah film pendek yang membutuhkan kematangan cerita yang memorable untuk para penontonnya. Jadi walaupun hanya 5 menit tapi jika ceritanya membuat mind-blowing (istilah yang makin menjamur semenjak Inception muncul) film tersebut pasti akan berkesan di hati para penontonnya. Sama halnya dengan Yours Truly ini, walau akting para pemainnya masih kurang di mata saya, tapi jalinan ceritanya cukup membuat mata saya terbelalak apalagi di 3 menit terakhir sebelum film ini usai.

Mau dikata apalagi, anda pecinta film thriller (atau istilah kerennya psychological horror semenjak Black Swan menjadi buah bibir beberapa bulan kebelakang) film indie buatan anak bangsa ini wajib ditonton. Setidaknya memberikan nafas segar diantara carut-marutnya film-film yang dibuat oleh Rizal Mantovani dan orang-orang yang mendukungnya. Selain itu dari segi tagline saja, Yours Truly sudah bisa dibilang menang telak atas film Pocong Ngesot. Yours Truly: “a love story, gone wrong…”. Pocong Ngesot: ketika pocong tidak lagi loncat (arghhh c’mon! just kill me now!) well enjoy!

RATING: 3.5/5

NB: Penasaran mau nonton filmnya? langsung aja KESINI! enjoy!

17 thoughts on “Yours Truly (2011) (Short Film, Indie Film, You Name It!)

  1. Saya setuju sekali dengan review di atas. Satu-satunya yang membuat saya kurang sreg adalah kualitas akting pemeran Kayla. Karakter Kayla dalam film pendek ini sesungguhnya telah dibuat sangat kuat dan siginifikan, tapi sayang tidak bisa dibawakan dengan sempurna oleh aktrisnya. Perubahan alter egonya tidak kelihatan jelas. Menurut saya, pendeknya film tidak mempengaruhi kualitas akting seorang aktor atau aktris. Mau pendeknya berapa, ataupun hanya numpang lewat, seorang aktor harus mampu membawakan perannya dengan sangat meyakinkan. Sebagai masukan, mungkin lain kali bisa coba memakai aktris atau aktor yang berlatar belakang teater. Menurut pengalaman, aktor yang terbiasa main dalam teater akan lebih cepat menguasai karakter apalagi bila diperlukan kekuatan ektra untuk karakter yang “abnormal” seperti ini. Saya membayangkan, seandainya tokoh Kayla bisa lebih berani atau gila di akhir cerita meskipun hanya beberapa detik, sehingga bisa langsung mengubah ekspekstasi penonton dari senang menjadi jijik, pasti film ini tambah sadis! Namun demikian, saya sangat menghargai pembuatan film ini dan suka sekali ceritanya.

    1. yup, betul sekali bung vicki, harusnya kayla bisa berperan lebih “meyakinkan”, sayang sekali ya sayang sekali, tapi nasi sudah menjadi bubur, mungkin bisa jadi catatan buat sang sutradara jika proyek selanjutnya lebih apik lagi dalam mengkasting para pemerannya, kalau bisa jika memang yakin pilihannya kayla, ya harus digembleng lagi biar lebih meyakinkan atau kalau bisa bung vicki memberi masukan ke pada tim pembuat film ini, hehe. tapi overall untuk sebuah film yang dikerjakan dalam 5 hari dengan para kru dan pemain yang latar belakangnya terbilang awam di dunia perfilman, film ini wajib mendapat acungan jempol! well, at least lebih baik dari film film indo yang beredar belakangan ini, hehe, thanks for comment!😀

  2. Hi, saya Ian dari Cine et Cetera😀 Mau jelasin aja beberapa hal tanpa bermaksud membela diri ya :

    Spt halnya filmnya yg dibuat serba mepet ini, ‘casting’ Kyla ini juga sangat dadakan dikarenakan pemeran yg seharusnya ngeyel dan harus kita ganti… hehehe…. Kyla baru kita pick tanpa casting kurang dari seminggu sebelum shooting😀

    FYI, Kyla ini baru berumur 15 tahun (hehe…) dan kita cuma di’jatahin’ waktu 2 hari kurang untuk shooting partnya Kyla. Kyla sendiri bahasa Indonesianya kurang lancar (dia blasteran). Selain itu, ada beberapa kesalahan yg harus dibebankan ke kami sebagai crew production, karena terbatasnya dana, waktu dan tenaga, setting yg harusnya bisa menguatkan karakter Kyla jadi tidak terbangun. Selama production, Kyla termasuk sangat profesional dalam bekerja (mengingat umurnya yg masih muda banget…)

    Dengan kondisi2 yang seperti itu, sekali lagi tanpa bermaksud membela, itu udah oke buat kami selaku pembuat film pendek ini. Makasih atas perhatian dan dukungannya!😀

    1. wow, kehormatan bagi saya sang filmmakernya langsung mampir kesini, hehe. thanks atas tambahan infonya, seperti yang saya bilang sebelumnya, saya tidak terlalu mempermasalahkan juga sih masalah kayla, walau memang mungkin itu adalah satu satunya hal yang mengganggu saya. tapi overall dengan umur 15 tahun (wow) dan waktu yang sebentar untuk memerankan karakternya, oke punyalah.

      ya saran dari seorang penikmat film kayak saya sih, next project semoga bisa lebih banyak waktu dan dana lagi sehingga hasilnya makin maknyosss, seriously, film ini ceritanya bagus, masalah akting sih rata2 relatif di mata viewer, saya sendiri kadang menomor kesekiankan soal akting, yang pasti pertama cerita yang solid, well karena film indie pendek pasti bermain di sisi cerita dan penokohan yang kuat otomatis dua hal tersebut yang pasti langsung ter notice sama rata rata penonton, hehe…

      tapi sekali lagi, overall, good job, very well, awesome job, kalo kata barney di serial how i met your mother, yours truly is gonna be L-E-G-E-N-D-A-R-Y hehe… thanks for the confirmation. i believe it will be usefull for the rest of the reader, this is the director who’s talking guy! c’mon! hehe😀

  3. Dari segi cerita termasuk oke meski pengembangannya kurang greget sehingga adegan terasa kurang menegangkan. Bicara mutu akting, dari beberapa adegan sih mereka masih canggung (karena bukan aktor benaran kali). Skor filem sih kurang bagus, tapi ini memang bukan perkara mudah juga (semua tergantung dari pengalaman komposernya juga). Seandainya skor filemnya mendukung, ceritanya akan menjadi lebih kuat. Penggarapan sudah bagus untuk sekelompok pemula meski dari segi pencahyaan, filem ini terasa terlalu bagus. Secara singkat, yang membedakan filem ini dari filem lainnya adalah ceritanya yang berbeda dari filem pasaran lainnya.

    1. yup, ceritanya yang paling penting, memang istimewa, bahkan pintu terlarang joko anwar pun tergolong basi menurut saya karena sebelumnya saya sudah sering nonton film film yang memakai konsep seperti itu… hehe

  4. film horor psikologi buatan indonesia paling “indah” yang pernah saya tonton

    buah pemikiran yang indah dari seorang elvira kusno…
    dan endingnyaaaa… bener2 sangat mengejutkan saya…
    tidak terpikirkan sebelumnya..

    terima kasih sudah memberikan saya sebuah “tontonan” yang selangkah lebih bermutu dari yang ditaarkan para sineas indonesia belakangan ini..
    drama berbudget low yang hanya berdurasi 16an menit ini mampu membawa saya ke dunia perfilman indonesia yang selangkah lebih maju

    congratulation for the epic

  5. Iya, kita semua kaget waktu denger umur Kyla baru 15 tahun😀

    Sebenarnya tujuan kita memang bukan sekedar bikin film, tapi mengusung ini sebagai sebuah ‘campaign’, kalo boleh dibilang Indo’s new wave filmmaking :D…. kita berusaha membuka kemungkinan untuk bisa memproduksi film yang kualitasnya lumayan tanpa harus menghabiskan dana besar, tapi bisa diangkat dengan ide cerita, penggarapan dll. Bahkan ukt workflow pun kita mencoba menerapkan sesuatu yang baru (sekalian jd excuse karena team kita gak ada yg ngerti persis gimana seharusnya film production itu… hehe…)

    Anyway, thanks banget buat dukungannya! Didoakan saja next project kita bisa lebih ok di dana, waktu dll ya hehe…

    1. sippp, kalau saya punya PH, saya jamin bung ian langsung masuk jajaran filmmaker favorit saya tentunya, hehe, seperti yang saya bilang keep up the good work, tapi kalau bisa jangan terlalu banyak main di satu genre, takutnya nanti ada yang bosan, coba explore lagi walaupun saya tahu mungkin dana adalah penghambat paling besar dalam membuat film, tapi saya jamin dengan kemampuan bung ian yang mampu menyajikan yours truly ini dengan baik, bung ian bisa mencari apa itu kesukaan para penonton, penonton yang mendambakan film film yang tidak seperti biasanya tentunya, hehe😀

  6. Siiip, dinantikan ya yg berikutnya… ada sih yang udah kita siapin, itu 180 derajat bedanya dari ‘Yours Truly’ hehe… tapi lagi mau ditentukan yang mana dulu yang dijalankan😀

  7. Let me say this first: GREAT JOB! I appreciate the filmmakers’ spirit in making this movie. It has good story, intriguing characters, and awesome ending!. As for the acting, i think it’s passable considering the overall quality of this little movie. Indonesia truly need more people like these guys! Keep up the good work.

  8. Saya penasaran sama film ini setelah liat ad-nya di Facebook. Waktu saya googled akhirnya nemu artikel ini. Jadi makin penasaran. Soalnya, walo aslinya ga suka horor (saya tuh scaredy cat), saya suka psycho-thriller semacam Memento & Insomnia (saya belakangan jadi penggemar Christopher Nolan) & film2 yg menantang intelektual saya.
    Terlepas dari bagaimana kualitas akting pemain, saya pikir kalo memang ceritanya oke & penggarapannya kreatif, penonton juga akan bisa menghargai kreativitas & jerih payah kru filmnya. Saya harap film ini bisa jadi pioner film kreatif Indonesia. Semoga ke depannya bisa lebih banyak lg muncul film seperti ini.
    Sebenarnya potensi kaum muda kita besar, hanya mungkin mentok sama dana dll. Padahal bisa jg kan dimulai dr sesuatu yg kecil. Saya pernah nonton montage foto buatan ade tingkat di kampus (Yogya) yg terus digabungin jd gambar bergerak gitu. Unik banget. Harapannya kreativitas seperti itu ada wadahnya biar setidaknya lebih dikenal.
    Untuk Mas Ian, moga2 ke depannya ada yg tertarik mendanai proyek Mas & kru berikutnya.

    1. sip, setuju, yang penting kreativitasnya terus berkembang, mas ian salah satu dari jutaan rakyat indo yang punya talent, semoga kedepannya, makin banyak orang2 seperti mas ian ya, hehe…

      btw thanks atas komentarnya, thanks dah mampir, hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s