Signs (2002)

Signs

Sinopsis: A widowed Pennsylvania farmer, Graham Hess (Mel Gibson), discovers strange 500-foot crop circles in his corn fields. Were they created by pranksters or ? aliens? Along with his brother, Merrill (Joaquin Phoenix), and his two children, daughter Bo (Abigail Breslin) and son Morgan (Rory Culkin), Graham searches for the answer, and it’s not long before others are searching, too.

  • Release Date:August 2nd, 2002
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:M. Night Shyamalan
  • Writer:M. Night Shyamalan
  • Studio:Touchstone Pictures
  • Genre:Sci-Fi, Thriller
  • Heboh berita tentang crop circle yang muncul di Sleman Yogyakarta belakangan ini memang lumayan menyita perhatian banyak orang. Crop circle yang biasa muncul di Eropa dan Amerika kini muncul di Indonesia. Mengapa berita tersebut menjadi perbincangan belakangan ini? tentu saja karena banyak sebagian orang percaya bahwa crop circle adalah jejak yang ditinggalkan oleh makhluk luar angkasa yang biasa kita sebut alien dan pesawatnya bernama UFO. Tapi sebagian percaya bahwa crop circle tersebut hanyalah perbuatan orang iseng yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi, hal tersebut juga yang menguatkan teori bahwa 80% crop circle yang tersebar di muka bumi adalah karya manusia, lalu bagaimanakah dengan yang 20%? Karya siapakah itu?

    Serunya perdebatan crop circle membawa saya ke suatu film lawas karya sutradara yang gemar membuat film misteri yang kadang-kadang ditutup dengan ending twist yang tidak terduga. Film tersebut berjudul Signs yang di-written, produced and directed by M.Night Shyamalan ini rilis pada tahun 2002 silam. Steven Spielberg dan Michael Bay adalah sineas yang sudah biasa dalam membuat film-film sci-fi tentang UFO dan alien, tapi apakah Shyamalan bisa?

    Signs sendiri dibintangi oleh aktor-aktor top Hollywood pada masanya. Dari Mel Gibson kemudian Joaquin Phoenix hingga artis cilik Abigail Breslin meramaikan film yang mempunyai poster bergambar crop circle ini. Ceritanya sederhana, Graham (Gibson) adalah pendeta yang sudah lama meninggalkan jubahnya semenjak kematian istrinya, sekarang Graham hanya tinggal bersama dua anaknya Morgan (Culkin) dan Bo (Breslin) serta adik Graham yaitu Merrill (Phoenix). Suatu pagi Morgan dan Bo berteriak sangat keras hingga membangunkan Graham dan Merrill, maka mereka pun berlari menuju Morgan dan Bo yang berada di tengah ladang gandum mereka. Tanpa diduga, Graham dan Merrill menyaksikan pemandangan yang tidak biasa di ladang gandumnya. Ya, ladang gandum mereka kini menjadi saksi munculnya crop circle yang entah buatan siapa.

    Graham tidak percaya dengan teori-teori UFO dan alien yang membuat pola-pola aneh di ladang gandumnya, sementara Morgan dan Bo bahkan Merrill pun percaya bahwa itu adalah tindakan makhluk luar angkasa. Sampai pada akhirnya Graham sekeluarga baru menyadari bahwa planet yang sedang mereka tinggali telah dikelilingi oleh ratusan cahaya di langit di seluruh penjuru bumi, dan cahaya tersebut muncul tidak jauh dari tiap crop circle yang ada. Mau tidak mau, Graham yang skeptis berubah menjadi percaya pada omongan anaknya sendiri. Sekarang Graham, Merrill, Morgan dan Bo tinggal menanti waktu sampai makhluk luar angkasa tersebut menyambangi teras rumahnya.

    Jujur saja, Signs karya Shyamalan ini mempunyai konsep yang serupa dengan film sebelumnya yang dicemooh oleh para fansnya yaitu Lady in the Water. Tapi dalam soal kualitas Signs menyuguhkan film sci-fi yang kuat sekali atmosfir thriller-nya dan tentu saja jauh lebih bagus dari Lady in the Water. Betul, layaknya karya-karya Shyamalan sebelum ini, ia tidak membutuhkan spesial efek yang mewah yang mengundang decak kagum untuk sekedar memberi tahu bahwa alien itu ada. Shyamalan cukup memainkan cerita yang berkembang dalam keluarga Graham di rumah sederhananya yang berada di samping ladang gandum yang sudah ber-crop circle.

    Malahan, film ini lebih banyak menggambarkan karakter Graham yang rapuh sejak ditinggal mati istrinya karena kecelakaan mobil. Tapi justru disitulah menariknya, seorang pendeta yang mulai kehilangan keyakinan harus berhadapan dengan sesuatu yang luar biasa di luar nalar otak manusia. Munculnya crop circle dan cahaya-cahaya di langit membuat Graham kembali percaya bahwa kita hidup di dunia ini memang tidak sendiri.

    Penampilan Mel Gibson yang notabene aktor laga mengingatkan saya pada Bruce Willis yang bermain di film Shyamalan yang lain yaitu The Sixth Sense, dan jujur formula tersebut cukup berhasil di mata saya. Akting Mel Gibson yang mumpuni didukung oleh akting Joaquin Phoenix serta Abigail Breslin dan Rory Culkin membuat film ini makin enak untuk ditonton. Tidak lupa, sedikit adegan-adegan yang mengundang tawa yang diselipkan di tengah film dijamin bakal membuat penonton tidak akan bosan.

    Selalu muncul dengan karakter cameo-nya, Signs membuktikan bahwa Shyamalan memang pakar dalam membuat film-film misteri, entah itu yang dicampur dengan genre sci-fi, supernatural ataupun superhero layaknya Unbreakable. Jika crop circle buatan manusia hanyalah iseng semata dalam menunjukan kreativitas seni, lalu crop circle buatan para alien itu bertujuan untuk apa? Anda akan menemukan jawabannya di film Signs ini. He-he, enjoy the nightmare from outter space by Shyamalan.

    RATING: 3.5/5

    2 thoughts on “Signs (2002)

      1. itu dokumenter terbaik tahun kamari ceuk urang, hahaha, bagaimana caranya si JP mengibuli seluruh dunia dengan tingkah laku gelona,,, emang edan tah film, hahaha…

        wah film pendek, cek TKP dulu gannn!

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s