Monsters (2010)

Monsters

Sinopsis: Six years ago NASA discovered the possibility of alien life within our solar system. A probe was launched to collect samples, but crashed upon re-entry over Central America. Soon after, new life form began to appear and half of Mexico was quarantined as an INFECTED ZONE. Today, the American and Mexican military still struggle to contain the creatures…… Our story begins when a US journalist agrees to escort a shaken tourist through the infected zone in Mexico to the safety of the US border.

  • Release Date:October 29th, 2010
  • Starring:

    7 more cast & crew »

  • Genre:Drama, Romance, Sci-Fi
  • Romansa di tengah luluh-lantahnya dunia, mungkin itu kalimat ekspresi yang tepat untuk disematkan kepada Monsters, film yang menggabungkan tema sci-fi dan romantis ala Gareth Edwards sang sutradara sekaligus sang penulis naskah. Monsters yang memang rilis terbatas memang bukan film sci-fi yang mengandalkan spesial efek mewah ala film-film sci-fi yang didalamnya melibatkan makhluk luar angkasa yang biasa disebut alien. Film ini mengandalkan hubungan dua insan manusia yang secara kebetulan terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan.

    Enam tahun yang lalu pesawat ulang-alik milik Amerika jatuh di Mexico, tanpa diduga, pesawat ulang-alik tersebut membawa organisme dari luar angkasa yang kemudian tumbuh dan berkembang biak di Mexico. Enam tahun kemudian ketika keadaan makin memburuk, dimana sebagian wilayah Mexico sudah dikarantina karena terinfeksi oleh bibit-bibit alien, muncul seorang pria bernama Kaulder (McNairy), seorang fotografer yang ditugaskan untuk mencari seorang wanita bernama Samantha (Able) yang tidak lain adalah anak direktur perusahaan media dimana Kaulder bekerja.

    Pertemuan Kaulder dan Samantha terbilang tidak tepat karena keadaan di Mexico sudah makin parah. Di satu sisi Kaulder ingin mendokumentasikan keadaan Mexico yang hampir “diduduki” oleh alien, tapi di sisi lain Kaulder harus mengantar Samantha ke perbatasan Mexico-Amerika. Maka perjalanan pulang yang seharusnya berjalan mulus bagi Samantha dan Kaulder berubah menjadi perjalanan yang paling lama dalam hidup mereka. Tidak lupa benih-benih cinta pun timbul menghiasi perjalanan pulang mereka yang penuh dengan teror dari para alien.

    Jujur saja, Monsters tidak akan menawarkan film perang antar manusia dan alien layaknya Independence Day, bahkan District 9 yang bisa dibilang menjadi patron film ini pun masih jauh lebih enak untuk ditonton walau tidak sepenuhnya menawarkan peperangan antar manusia dan alien. Mengapa sebelumnya saya mengatakan District 9 menjadi patron film ini? Mudah saja, lokasi munculnya alien bukan di Amerika yang biasa menjadi sasaran empuk para makhluk ekstra terrestial. Para aktor yang bermain sama sekali bukan aktor terkenal selevel Will Smith maupun Tom Cruise. Budget yang minim dan sinematografi yang indah menjadi andalan utama film ini.

    Hal-hal diatas disajikan cukup baik oleh Gareth Edwards, walau kesan pertama yang muncul ketika menonton film ini saya lumayan bosan, tapi hal tersebut wajar, karena memang film ini tidak menawarkan hal-hal yang biasa disajikan oleh Michael Bay dalam membuat film sci-fi. Sisi emosional dua makhluk hidup yang berasal dari bumi lebih diekspos di film ini. Samantha yang sudah bertunangan dan Kaulder yang ditinggal istrinya sukses menawarkan chemistry romantisme yang kuat. Selama perjalanan pulang menuju perbatasan, cerita hidup masing-masing karakter mulai terbuka sedikit demi sedikit sampai akhirnya mereka menunjukan perasaan sesungguhnya kepada satu sama lain di ending film.

    Lalu bagaimana dengan penampakan alien? Jika dipresentasekan, mungkin hanya sekitar 10% alien muncul di film ini, 90% sisanya adalah road trip Kaulder dan Samantha yang penuh perjuangan. Alien yang muncul di film ini juga tidak terlalu bersifat destruktif layaknya film-film alien seperti biasanya, Gareth Edwards lebih menunjukan keindahan dan eksotisme para alien dari raungan dan cahaya-cahaya yang berasal dari tubuh mereka. Hal tersebut makin dipertegas dengan adegan penutup yang jika boleh dibilang “romantisme dua pasang makhluk hidup” yaitu para alien dan Kaulder dengan Samantha.

    Walau dipenuh dengan spesial efek yang masih kalah jauh dengan District 9 apalagi Transformers, film yang muncul di pagelaran INAFF tahun 2010 kemarin ini cukup berani menawarkan cerita romantisme yang tidak biasanya. Romantisme di tengah luluh-lantahnya dunia karena invasi alien. Layaknya tagline film ini “now, it’s our turn to adapt” saya balik bertanya kepada anda, apa anda bisa beradaptasi dengan film alien yang penuh romantisme ini? Ya, seharusnya bukan Monsters yang dijadikan judul film ini, Lovers mungkin lebih cocok. He-he, well, not bad but not very good too. Just enjoy the “love” invasion.

    RATING: 3/5

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s