127 Hours (2010)

127

Sinopsis: 127 Hours is the true story of mountain climber Aron Ralston‘s (James Franco) remarkable adventure to save himself after a fallen boulder crashes on his arm and traps him in an isolated canyon in Utah. Over the next five days Ralston examines his life and survives the elements to finally discover he has the courage and the wherewithal to extricate himself by any means necessary, scale a 65 foot wall and hike over eight miles before he is finally rescued. Throughout his journey, Ralston recalls friends, lovers (Clemence Poesy), family, and the two hikers (Amber Tamblyn and Kate Mara) he met before his accident. Will they be the last two people he ever had the chance to meet? A visceral, thrilling story that will take an audience on a never before experienced journey and prove what we can do when we choose life.

  • Release Date:November 5th, 2010
  • Starring:

    12 more cast & crew »

  • Director:Danny Boyle
  • Genre:Drama
  • Bagaimana rasanya jika anda terjebak di suatu tempat yang terasing dan tidak ada yang bisa menyelamatkan anda sama sekali? menyebalkan bukan? Mungkin itulah yang dirasakan oleh Aron Ralston (Franco) seorang petualang sejati yang gemar melakukan perjalanan seorang diri tapi pada akhirnya harus terjebak di tempat yang tidak pernah diduganya. 127 Hours adalah film terbaru garapan sang sineas Danny Boyle yang berhasil memenangkan Oscar untuk film Slumdog Millionare-nya beberapa tahun lalu. Boyle kembali lagi tahun ini dengan amunisi yang lebih banyak dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Pertama, 127 Hours adalah film yang diangkat dari kisah nyata seorang Aron Ralston, penjelajah tebing-tebing eksotis di Amerika yang membukukan kisahnya dalam buku berjudul Between a Rock and a Hard Place. Kedua, James Franco yang bermain solid dan meyakinkan dari awal hingga akhir film. Ketiga, teknik penyutradaraan Boyle yang lebih berwarna dan bervariasi sehingga bisa menciptakan suasana baru bagi yang menyaksikan filmnya. Kemudian yang terakhir adalah andil A.R. Rahman sebagai penanggung jawab score musik yang telah menyuguhkan musik-musik yang bisa membawa emosi para penonton naik turun mengikuti sepak terjang Aron dalam bertahan hidup.

    Dimulai dengan opening yang menampilkan kumpulan rekaman keramaian hingga persiapan Aron seorang diri ketika menyiapkan peralatan yang akan dibawanya untuk berakhir pekan di tebing favoritnya yaitu Blue John Canyon di Utah Amerika. Cerita berlanjut sampai Aron tiba di tempat yang dimaksud kemudian bermalam di dalam mobil truknya untuk bersiap bertualang keesokan harinya. Hari itu adalah hari Sabtu 25 April 2003, Aron pun memulai petualanganya dengan menaiki sepeda sampai tebing favoritnya di Blue John Canyon. tanpa disengaja dalam perjalanan Aron bertemu dengan dua orang wanita yang sama-sama penjelajah tebing, setelah bertemu, mengobrol dan berfoto bersama kedua wanita tersebut aron melanjutkan perjalanan seorang diri. Tidak terduga, belum lama berpisah dari dua wanita yang ditemuinya, Aron jatuh ketika sedang mencoba melewati retakan tanah, sialnya sebongkah batu yang asalnya tidak bergerak karena terhimpit retakan tanah tersebut tiba-tiba ikut terjatuh ke arah Aron dan menjepit tangan kanannya. Peristiwa itu membuat Aron terkejut, dia menyadari sebongkah batu tersebut telah membuat dirinya terjebak di antara retakan tanah karena telah menghancurkan sekaligus menjepit tangan kanannya. Maka dimulailah usaha Aron untuk melepaskan dirinya dari himpitan batu tersebut. Betul, selama lima hari lamanya, Aron seorang diri berusaha keluar dari situasi yang paling tidak terduga dan paling buruk dalam sejarah hidupnya.

    Walau kita semua tahu akhir cerita dari kisah Aron yang tangan kanannya terhimpit batu selama lima hari, kita akan disuguhi bagaimana perjuangan Aron selama lima hari untuk tetap bertahan hidup dan pada akhirnya memutuskan untuk mengamputasi tangan kanannya sendiri dengan sebuah pisau lipat buatan Cina yang dibencinya. Betul, Boyle sekali lagi telah menyajikan sebuah film inspiratif yang saya jamin bakal memotivasi siapapun yang menontonnya. Keadaan selama lima hari yang tidak mengenakan tersebut digambarkan dengan sangat detil dan variatif, dimulai dari khayalan Aron untuk bisa bebas dari tempat terkutuk itu hingga flashback masa lalu Aron bersama keluarga yang dicintainya. Dalam keadaan hopeless seperti itu rata-rata manusia manapun akan merasa sedih dan menyesal atas perbuatan perbuatan yang telah dilakukannya, termasuk Aron sendiri. Semua memori tentang keluarganya, kekasihnya hingga masalah telepon dari ibunya yang tidak dibalas pun membuat dirinya menjadi seorang yang betul-betul menderita dalam situasi yang bisa dibilang mendekati ajal tersebut.

    Don’t lose it, itulah kalimat yang diucapkan Aron ketika sadar bahwa dirinya harus bisa bebas dari jeratan batu yang menjepit tangannya tersebut. Maka dimulailah perjuangan Aron selama lima hari yang bercampur aduk dengan khayalan, memori sekaligus kenangan terindah serta harapan yang diinginkannya jikalau dia berhasil selamat dari situasi tersebut. Berbekal handycam dan kamera digital yang terus merekam momen-momen penting Aron dalam menyelamatkan dirinya sendiri, film ini merupakan film yang sangat saya rekomendasikan untuk anda tonton.

    Lebih berwarna, variatif dan unik, mungkin itulah kesan yang saya rasakan ketika pertama menonton film ini. Boyle tahu betul cara memanjakan mata penonton dengan menyajikan pemandangan Blue John Canyon dengan indah, tidak lupa potongan-potongan scene yang dicampur dengan hasil snapshot foto dari kamera digital milik Aron menambah warna tersendiri yang membuat film ini menjadi lebih asyik ditonton. Score musik yang menggebu-gebu di awal cerita kemudian menjadi depresif di tengah-tengah cerita hingga memberi harapan di akhir cerita berhasil disuguhkan dengan sempurna oleh A.R. Rahman. Walau dengan tema yang sama-sama meng-inspiratif seperti karyanya terdahulu Slumdog Millionare, jika boleh berpendapat, 127 Hours ini adalah karya Boyle yang jauh lebih baik dari Slumdog Millionare. Ya, Boyle nampaknya telah melakukan pekerjaan rumahnya dengan sangat baik, menyuguhkan film yang lebih berwarna, inspiratif dan memberi banyak harapan pada siapapun yang menontonnya. Salut untuk James Franco yang berhasil duet dengan Danny Boyle secara gemilang di film ini. Well, what you’re waiting for? this movie is A MUST SEE!

    RATING: 4/5

    One thought on “127 Hours (2010)

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s