Dinner for (Losers!) Schmucks

DFS

SINOPSIS: Dinner for Schmucks tells the story of Tim (Paul Rudd), a guy on the verge of having it all. The only thing standing between him and total career success is finding the perfect guest to bring to his boss’ annual Dinner for Extraordinary People, an event where the winner of the evening brings the most eccentric character as his guest. Enter Barry (Steve Carell), a guy with a passion for dressing mice up in tiny outfits to recreate great works of art. From Jay Roach, director of Meet the Parents and Meet the Fockers comes an unforgettable feast about two unlikely friends and one very memorable dinner.

  • Release Date:July 30th, 2010
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Jay Roach
  • Writer:David Guion, Michael Handelman, Francis Veber
  • Studio:Paramount Pictures
  • Genre:Comedy
  • Film yang disebut sebagai film terburuk Steve Carrell di tahun 2010 ini nampaknya tidak sepenuhnya benar. Dalam film komedi terbarunya tersebut, Steve Carrell menggandeng Paul Rudd dan Zach Galifianakis. Menonton film ini tanpa menghiraukan caci maki di mana-mana ternyata berguna juga. Dinner for Schmucks menyajikan kisah dua orang yang menghadapi hari paling aneh dalam hidupnya. Film ini merupakan remake dari film Perancis berjudul Diner Des Cons. Jujur, saya belum menonton film orisinalnya. Tapi nampaknya setelah dihibur total oleh Steve Carrell dkk di film ini, saya bisa tertawa terbahak-bahak.

    Tim (Rudd) adalah seorang analis yang akan dipromosikan oleh bosnya, Fender (Greenwood), karena kejeliannya melihat peluang di perusahaan tempat ia bekerja. Sebelum naik jabatan, Tim diundang oleh Fender ke jamuan makan malam bersama para petinggi yang lain. Bedanya, jamuan makan malam yang dinamai Dinner for Winner ini mengharuskan para tamu membawa satu orang yang dianggap unik (baca: idiot) untuk bisa tampil dan menghibur para tamu (baca: dipermalukan para tamu). Ide tersebut memang keji, tidak berprikemanusiaan, tapi Tim harus berbuat sesuatu karena jabatan yang diincarnya memang penting untuk modal melamar pacarnya, Julie (Szostak), yang tengah dekat dengan seorang seniman nyentrik, Kieran (Clement).

    Bingung mencari “partner” makan malam, tanpa disengaja Tim bertemu dengan seseorang yang aneh dan berprofesi sebagai taxidermist (orang yang hobi mengawetkan bangkai hewan) bernama Barry (Carrell). Tanpa pikir panjang, Tim memutuskan bahwa Barry adalah orang yang tepat untuk diajak ke acara makan Dinner for Winner tersebut. Namun, rencana yang tersusun rapi kadang bisa berantakan seketika karena pengaruh satu orang, dan saya yakin Anda bisa tahu siapa yang merusak rencana sempurna itu? Siapa lagi kalau bukan si taxidermist aneh nan polos tadi.

    Sederhana dan klise memang cerita komedi seperti ini. Justru itu, harus ada yang ditonjolkan. Dalam kasus ini, pengaruh Steve Carrell dan Paul Rudd sukses menyajikan hiburan gila di tengah cerita yang klise tersebut, belum lagi ditambah kehadiran Zach Galifianakis yang memerankan Therman, musuh abadi Barry di kantor pajaknya! Otomatis kombinasi aktor sok serius, komedian, dan komedian setengah gila membuat Dinner for Schmucks menjadi tontonan yang hampir membuat saya berlinang air mata karena tertawa keras.

    Kritik negatif tidak selalu benar adanya. Kuncinya ada di selera kita. Beruntungnya, selera humor saya sangat cocok dengan lelucon-lelucon yang ada di Dinner for Schmucks ini. Secara total, ini adalah film komedi yang tidak terduga bagi saya mengingat banyak komentar negatif sebelumnya. Ya, jangan terlalu percaya dengan hype yang beredar, apalagi jika Anda belum menonton sendiri filmnya. Disutradarai oleh Jay Roach, orang yang sukses membesut film komedi yang sekuelnya muncul sebentar lagi, yaitu Meet the Parents, Dinner for Schmucks memberikan hiburan murni yang konyol. Tagline takes one to know one” di poster filmnya pun seakan berbicara banyak mengenai apa yang terjadi di keseluruhan film ini nanti.

    Well, mungkin bagi Anda yang suka dengan Steve Carrell, jangan sampai lewatkan film ini, apalagi bagi Anda yang sudah terpengaruh kritik negatif film ini di sana-sini. Coba tonton dulu karena, jujur, saya pribadi sangat enjoy menikmati film ini. Walau ceritanya klise, tapi leluconnya tidak klise, he-he. Enjoy the schmucks! (edited by Dimas Wahyu Trihardjanto)

    2 thoughts on “Dinner for (Losers!) Schmucks

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s