Irreversible

Irreversible

SINOPSIS: An emotional odyssey that unspools in reverse from gut-wrenching violence to sweetly observed moments of sublime tenderness, the film stars Monica Bellucci and real-life husband Vincent Cassel as a couple whose story is told over the course of a fateful evening in a series of long takes. The film features two unsettling and graphic scenes of violence and sexuality that are difficult to watch. However, these grim sights are nestled within a carefully constructed — although unconventional — narrative which serves as a counterpoint to moments of striking tenderness, and the film is in some ways a study of darkness and light.

  • Release Date:March 7th, 2003
  • Starring:

    20 more cast & crew »

  • Director:Gaspar Noé
  • Writer:Gaspar Noé
  • Studio:Lions Gate Films
  • Genre:Drama
  • sebelum saya terkesima dengan karya terakhir gaspar noe yang baru ditonton minggu minggu kemarin yaitu enter the void, karyanya yang sama sama “brutalnya” ini juga hampir mirip mirip dengan enter the void, dimana film berjudul irreversible yang berarti kebalikan atau terbalik ini menjadi sajian film pemerkosaan yang entah artistik entah brutal, yang jelas, pengalaman menonton enter the void akan anda dapatkan di film irreversible ini walau tidak plok seperti enter the void. yap, angle kamera yang tidak bisa diam, long shot, warna dominan merah menyala bagaikan darah, dan unsur seks dan kekerasan yang tidak main main menghiasi film ini selama 90 menit!

    dibuka dengan credit title yang dipasang terbalik dan setia dengan warna merah dan musik yang menghentak hentak seiring bergantinya tulisan tulisan di layar, kita langsung disuguhi adegan akhir yang ada di awal film, yap, sesuai judulnya irreversible, semua serba terbalik, ceritapun berlangsung dengan alur mundur, dimana diperlihatkan seorang pria bernama marcus (cassel) dan pierre (dupontel) yang ditarik keluar dari sebuah klub gay bernama rectum dengan keadaan marcus terkapar dan pierre yang shock, maka anda akan penasaran apa yang membuat mereka menjadi seperti itu? intinya tindakan marcus dan pierre berdasar emosi mereka yang meledak ledak apalagi marcus yang mengetahui bahwa istrinya alex (belluci) tewas diperkosa di sebuah lorong tidak jauh dari tempat mereka berpesta pada malam itu, yap, dengan alur mundur, kita sebagai penonton akan dibawa lari kebelakang apa yang terjadi sebelumnya, dengan angle kamera berputar putar dan tidak diam ciri khas dari gaspar noe.

    menonton irreversible tidak jauh beda ketika saya menonton film film lain yang menggunakan teknik alur mundur layaknya memento hanya saja minus alur maju, yup, irreversible semuanya mundur kebelakang, dengan setting di awal terbilang menjijikan karena klub gay bernama rectum sangat diekspos oleh gaspar noe, belum lagi kekerasan yang diperlihatkan apa adanya dijamin membuat anda akan berpaling sebentar dari layar kaca, tapi saya jamin semuanya itu disajikan dengan sangat artistik, entah bagaimana gaspar noe mengambil gambar seperti itu, seperti membuat pusing tapi yang ada malah makin menarik untuk diikuti, tema balas dendam pun terbilang standar, yap, kita disini hanya disuguhi cerita brutal tentang pemerkosaan yang dilatari dengan gelapnya malam dan warna warni merah menyala di suatu kota di perancis, saya asumsikan seperti itu, karena film ini full berbahasa perancis, hehe.

    ternyata saya memang telat menonton irreversible ini, karena memang noe selalu menyajikan sebuah cerita yang eksplisit dan selalu berbau seks dan kekerasan yang benar benar brutal, tapi jika menilai dari segi kenyamanan, pilihan masih jatuh pada enter the void yang berhasil menghipnotis saya, sedangkan irreversible bisa dibilang pemanasanlah sebelum melahap enter the void, yap, intinya, tidak disarankan menonton film ini jika anda tidak kuat dengan scene pemerkosaan dan pemukulan yang frontal serta alat vital yang bertebaran dimana mana, hehe, yap, seperti kata gaspar noe sendiri, “there is no line beetween art and pornography…” kadang saya terkesima karena keartistikannya, kadang saya jijik karena kevulgarannya, yap, entahlah, yang jelas hati hati jika menonton film ini, jangan sampai membuat otak anda sampai terbalik, karena waktu mengacaukan segalanya, hehe, enjoy the backward plot with gruesome cinematography Smile with tongue out

    3 thoughts on “Irreversible

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s