Wings of Desire

The Lost Angel in Berlin

Genre: Drama, Romance, Art House & International, Science Fiction & Fantasy

Synopsis: An angel tires of overseeing human activity and wishes to become human when he falls in love with a mortal.

Rated: PG-13

Running Time: 2 hr. 10 min.

In Theaters: May 17, 1987 Wide

Directed By: Wim Wenders

Written By: Wim Wenders, Peter Handke

Cast

mungkin anda masih ingat dengan film romantis yang menyayat hati para wanita dan pria sekaligus di tahun 90an, yaitu city of angel, film yang soundtracknya menjadi soundtrack paling banyak orang tahu yaitu iris dari goo goo dolls ini adalah salah satu film romantis yang agak agak diluar nalar, karena menceritakan malaikat yang rela menjadi manusia demi cintanya pada seorang manusia, tapi pada akhirnya? eng ing eng, anda tahu sendirilah bagi yang sudah menonton film tersebut. nah, sebagai info, city of angel terinspirasi dari film jerman berjudul wings of desire (der himmel ueber berlin) film yang rilis tahun 1987 dan disutradarai wim wenders itu ternyata adalah masterpiecenya dalam masalah percintaan malaikat dan manusia. yap, akhirnya saya berkesempatan menonton film ini juga.

jika nicolas cage menjadi sang malaikat di city of angel, maka der fuhrer di der untergang alias bruno ganz menjadi sang malaikat bernama damiel di wings of desire ini, dengan love interestnya bernama marion yang diperankan solveig dommartin, yap, premis hampir mirip dengan city of angel, dimana ada malaikat yang tugasnya adalah mengawasi manusia yaitu damiel dan dia mulai bosan dengan tugasnya, kemudian dia melihat satu hal yang berbeda ketika melihat marion sang wanita cantik yang bekerja sebagai pemain sirkus. maka damiel pun memutuskan untuk menjadi seorang manusia dan sisanya anda pasti tahu sendirilah (dengan asumsi anda sudah menonton city of angel tentunya).

perbedaan dari film ini dengan city of angel sangat sangat banyak, walau sebagian besar intinya sama, bisa dibilang wings of desire ini lebih puitis dan lebih dalam penyampaian pesannya, dimana jika city of angel setiap kata hati manusia tidak terlalu diekspos, maka di wings of desire semua kata hati manusia yang didengar oleh para malaikat dengan jelas dinarasikan, apa yang mereka rasakan dan semacamnya. dibuka dengan scene black and white saya pikir film ini akan berjalan seperti itu hingga akhir, tapi ternyata tidak, jadi tone B&W mewakili perasaan malaikat yang tidak bisa merasakan apa yang dirasakan manusia, sementara jika scene tersebut melibatkan manusia, maka scene tersebut akan berwarna. begitu detail bukan apa yang ingin disampaikan sang sutradara wim wenders dalam memvisualisasikan perasaan malaikat.

selain itu film ini menyuguhkan pemandangan dan landscape berlin yang dibalut dalam sinematografi yang indah, pemandangan dari atas langit, seakan akan menjelaskan point of view dari sang malaikat, dan beberapa teknik long shot yang melihat apa yang dilakukan manusia ketika mereka mengatakan kata hatinya, dari permasalahan sepele hingga sejarah yang berat tentang berlin di perang dunia, well, intinya film ini tidak bisa dicerna dengan mudahnya, saya katakan penuh dengan filosofi walau saya tidak begitu memahami dengan sepenuhnya juga, hehe. overall, jika anda ingin merasakan bagaimana rasanya the “real” city of angel, anda harus menonton wings of desire ini, tapi jangan salah, film yang berdurasi 2 jam lebih sedikit ini belum selesai alias to be continued, yap, hehe, saya pikir akan langsung selesai, tapi ternyata bersambung, dan sequelnya sendiri berjudul faraway so close (in weiter ferne, so nah!), tapi dengar punya dengar sequelnya sendiri agak mengecewakan, entahlah saya juga belum menontonnya, tapi menonton film kesatunya juga cukup, cukup membuat otak saya kenyang dengan narasi narasi filosofisnya, hehe.

yap, apapun itu, film ini terbilang film terindah di jamannya, dan wim wenders telah membuktikannya, bagi anda yang berjiwa puitis dan berfilosofis tinggi, bisa anda coba menonton wings of desire ini, karena dijamin film ini menyajikan semua aspek tersebut, puitis, filosofis dan romantis tentunya, jangan bandingkan film ini dengan city of angel yang memang film romance flick ala hollywood yang mudah dicerna, wings of desire merupakan sajian komplit dari wim wenders yang harus anda saksikan, well enjoy the view from uber berlin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s