Insomnia

Great Performance from Al Pacino!

SINOPSIS: Sent to a small Alaska town to investigate the murder of a teenage girl, a veteran police officer (Al Pacino) is forced into a game of psychological cat-and-mouse by a primary suspect (Robin Williams) after his partner is killed. The stakes escalate as he contends with an idealistic detective (Hilary Swank) and finds his own stability dangerously threatened.

mungkin inilah satu satunya film yang cuman “disutradarai” nolan saja, tanpa adanya campur tangan di masalah script naskah, secara nolan seperti biasa jika membuat film pasti dia juga yang menulis scriptnya. insomnia judul film ini, dan merupakan remake juga dari film norwegia yang berjudul sama. tapi istimewanya film ini adalah ikut sertanya al pacino dan robin williams sebagai peran utama di film ini, yap, tak usah ditanya, al pacino memang benar benar memberikan performa yang tidak bisa dilupakan begitu saja, sangat memorable!

tidak ada tipu menipu dan twist berlapis lapis di film ini, semua murni tentang cerita pembunuhan yang akhirnya menjadi sajian thriller yang lumayan untuk diikuti, mengapa judulnya insomnia, yap, penyakit susah tidur tersebut ternyata menjadi masalah bagi karakter utamanya yaitu seorang detektif bernama will dormer (pacino) yang sedang bertugas di kota kecil di alaska, yap, alaska merupakan tempat yang unik, karena kadang kala tidak pernah ada malam sama sekali selama berbulan bulan dikarenakan memang seperti itu adanya, apalagi musim dingin, bisa lima bulan terus menerus matahari menyinari alaska, lalu will dormer dan rekannya hap eckhart (donovan) mendapat tugas di kota tersebut untuk menyelidiki pembunuhan gadis 17 tahun, yap, gadis tersebut dipukul hingga mati, maka sudah tugas dormer dan hap untuk meringkus pembunuh tersebut.

dari gejala susah tidur, justru dormer jadi hilang konsentrasi, alhasil ketika dia berhasil memojokan pembunuh gadis tersebut yaitu walter finch (williams) dormer malah tak sengaja menembak rekannya sendiri hap karena kabut yang tebal, dari situ tindakan penembakan dormer ternyata dilihat oleh finch, dormer tidak mengaku bahwa dia menembak rekannya sendiri, tapi finch melihat dan mengetahuinya, setelah itu finch malah menghubungi dormer untuk negoisasi, finch tidak akan bilang jika dormer menembak rekannya tapi sebagai balasan, dormer harus mencarikan alibi untuk finch agar tidak ditangkap sebagai pembunuh gadis yang masih berusia 17 tahun. yap, maka terjadilah suap menyuap dan tekanan psikologis pada diri dormer, belum lagi dia harus bertarung dengan rasa kantuknya sendiri, karena tidak tidur sama sekali ketika dia sampai di kota kecil ini.

film ini menyuguhkan aksi kucing-kucingan antara dormer dan finch, dimana dormer ingin menangkap finch yang memang pembunuh asli, tapi dirinya sendiri berada dalam posisi terpojok karena menembak rekannya sendiri, padahal hal tersebut tidak dilakukannya dengan sengaja, lalu siapakah yang terbaik, moralitas seorang polisi atau pembunuh gadis remaja? anda harus menonton sendiri untuk mencari tahu jawabannya. hehe, menikmati film ini terbilang sederhana, kita tidak usah repot repot memeras otak untuk mengetahui akhir dari film ini, bukan seperti yang nolan berikan, penuh dengan teka teki yang harus diselesaikan, disini kita akan melihat bagaimana seorang detektif handal yang diperankan oleh al pacino bisa lemah seketika karena tawaran buruannya sendiri sang pembunuh yang diperankan robin williams, dengan kondisi tidak tidur sama sekali, dormer benar benar sulit untuk fokus dan mengikuti prosedur, sehingga kadang kadang dormer hilang kesadaran. semua itu diperankan dengan apik oleh al pacino tentunya.

selain al pacino dan robin williams masih ada hillary swank yang menjadi polisi lokal bernama ellie burr, peran swank justru menjadi penyeimbang diantara kejahatan dan kebaikan, dimana karakter ellie burr adalah penggemar dari will dormer sendiri, sehingga dia selalu menerapkan cara cara dormer dalam menyelesaikan kasus pembunuhan, yap, sepandai pandainya dormer menyembunyikan kebenaran toh akhirnya burr bisa mengetahuinya karena petuah petuah dari dormer sendiri. walaupun film remake, tetap saja insomnia menyuguhkan ketegangan yang lumayan di kelasnya, yaitu sebagai film bergenre crime homicide yang melibatkan polisi dan detektif. intinya walau bukan yang terbaik dari nolan, insomnia tetap jadi pilihan bagi anda yang suka film film yang melibatkan polisi dan detektif, so, what are you waiting for? enjoy the sleepless town in insomnia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s