Tekken

Another Fail Adaptation

SINOPSIS: We are introduced to this violent world through the eyes of Jin Kazama, a street fighter that enters the tournament in order to avenge the death of his mother that he blames upon Tekken‘s powerful and controlling Chairman, Heihachi Mishima. He knows that the only way to get close enough to Mishima to kill him is to win the tournament. With the help of Lucas, an ageing Iron Fist Champion and fight trainer, Jin makes his way through the tournament, but in doing so, he begins to uncover his own past and inner demons as well as exposing a dark underbelly to Tekken that threatens the very existence of humanity.

With futuristic and imaginative sets, a compelling story, and fight sequences combining fighting styles from all over the world. TEKKEN is in line to become one of the greatest action films of all time.

inilah film yang lagi lagi menjadi celaan ketika mengadaptasi game yang mempunyai fanbase yang tidak sedikit, tekken! anda pasti tahu kan game tarung legendaris itu, selain street fighter maupun mortal kombat, tekken juga mendominasi console console game dahulu kala (sekarang juga masih ada) sudah banyak yang mereview karena kekecewaan para fansnya pada film ini, saya pun membuktikannya secara langsung, dan benar adanya kekecewaan mereka yang sudah menonton film ini duluan, hehe. tapi beruntungnya saya, karena saya bukan penggemar sejati gamenya, jadi tidak begitu kecewa apalagi sampai sakit hati, anggap saja tekken ini hiburan semata yang hanya lewat, easy come easy go! hehe.

film ini dibintangi oleh jon foo yang menjadi jin kazama, tokoh sentral dalam film ini, cerita di film ini bisa dikatakan mengambil tema futuristik, dimana diceritakan negara negara di dunia sudah terpecah belah dan dimiliki oleh perusahaan perusahaan besar, kemudian ajang beladiri internasional yang diselenggarakan oleh perusahaan tekken setiap tahunnya adalah ajang paling besar, sehingga banyak petarung petarung dari perusahaan lain yang ambil bagian di ajang tekken ini, datangalh jin kazama yang tinggal di daerah kumuh di wilayah tekken, menderita karena ibunya dibunuh begitu saja oleh pasukannya kazuya (dale) yang merupakan kepala keamanan (hansip kali, haha) dari perusahaan tekken yang dipimpin oleh ayahnya sendiri heihachi mishima (tagawa). murka karena kematian ibunya, jin mengikuti turnamen lokal yang diselenggarakan oleh seorang promotor bernama steve fox (goss) yang nantinya pemenang dari turnamen ini akan maju ke turnamen tekken sebagai wildcard (istilah american idol) bisa ditebak jin menang dengan dramatisnya (baca: lebay) akhirnya jin pun harus menghadapi petarung petarung tangguh di tekken, seperti eddy gordo, yoshimitsu dan karakter karakter ikonik lainnya di game tekken.

untuk sebuah adaptasi game, bisa dikatakan tidak terlalu sempurna, tapi untuk sebuah film stand-alone, bisa dikatakan sekelas dengan B-Movies lainnya, hehe, karena storyline film ini begitu singkat dan mudah diprediksi, kemudian parade wanita seksi yang mempertontonkan bodynya yang aduhai dijamin selalu berseliweran di film ini, hehe, ambil yang bagusnya saja, jangan sampai anda batal puasa ya, satu lagi nilai plus film ini (loh nilai plus sebelumnya apa emang? haha) adalah adegan pertarungan yang lumayan berteknik, nampaknya sang pemeran utama jon foo bisa beladiri sungguhan, bukan rekayasa atau peran stuntman belaka, pertarungan terus menerus menghiasi film ini yang akhirnya menjadi sebuah plothole besar di film ini, dimana pertarungan nampak tidak fair untuk jin kazama, karena dia seperti tidak sempat istirahat, terus dipakasa bertanding, haha. selain itu babak penyisihan yang tidak jelas, tiba tiba langsung ke semi final dan final saja, lalu dimana pertarungan anna dan nina williams bersaudara yang semok? entahlah, nampaknya sang sutradara sangat mengagumi karakter jin kazama ini, sehingga karakter lain nampak cemen.

terakhir mungkin adalah kemunculan heihachi yang terlihat garang dengan model rambut sangat mirip dengan gamenya, dia tidak bertarung sama sekali disini, what a pity! kalah oleh anaknya sendiri dengan bantuan pasukan kemanannya, well well, lalu bagaimana kiprah si anak haram jin kazama (anak dari kazuya sendiri ternyata) di turnamen tekken ini? tidak butuh IQ 300 untuk bisa menebak pertanyaan saya ini. sebuah film yang untungnya saya tidak menonton di bioskop, selain adegan pertarungan dan karakter yang mirip dengan gamenya, tidak ada lagi kelebihan yang diberikan oleh dwight h. little selaku sutradara film ini, menonton tekken serasa menonton house of the dead-nya uwe boll, gamical (istilah lain comical, haha) sekali, hehe, enjoy at your own risk!

2 thoughts on “Tekken

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s