Fury Vengeance

The Wrath of Animals

SINOPSIS: In this hilarious comedy starring Brendan Fraser, a real estate developer moves his family from Chicago to Oregon when his job calls for him to oversee the building of a major housing development. But when his latest project threatens the homes of the local forest creatures, the animals seek revenge by turning a peaceful cul-de-sac under construction into a battlefield of epic proportions. It’s man versus nature and the fur is gonna fly!

bagi anda yang sudah menonton film ini dijamin ketika melihat posternya diatas pasti bakal berkata “basi”, “garing”, “nggak lucu” dsb, tapi toh itu hak anda, saya kan selalu mereview film yang baru saya tonton, hehe, perlu diakui, komentar kebanyakan yang sudah nonton film terbaru brendan fraser ini tidak sepenuhnya salah, karena memang benar, film ini menyajikan formula yang terbilang klise dan basi, apalagi buat para penonton yang beberapa pekan terakhir dihibur dengan film film berkualitas tinggi layaknya inception, pasti ketika menonton film ini seperti kembali lagi ke bangku sekolah dasar, hahaha. ya sudahlah namanya juga film, gak suka jangan ditonton, kalau suka ya jangan tergoda sama yang sudah menonton dan ikut ikutan bilang gak suka, well, kebanyakan basa basi nampaknya saya, hehe.

intinya ini adalah film yang menceritakan tentang seorang pegawai developer real estate terkenal yaitu dan sanders (fraser) yang sedang melakukan proyek atasannya neal lyman (jeong) yang juga dikenal mempunyai perusahaan yang cinta lingkungan, beda di kertas beda di kenyataan, mau tidak mau dan sanders akan merubah sebuah kawasan hutan yang masih asri di rocky springs untuk dijadikan perumahan mewah, yang tidak diketahui dan adalah, bahwa hutan yang sedang dalam proses penghancurannya tersebut bernuansa magis (lebay), betul hutan tersebut ternyata ditunggui oleh para hewan hewan yang pintar dan cerdik, maka dibawah pimpinan seekor tupai, para hewan di hutan rocky springs tersebut mulai membabi buta menyerang dan dengan cara yang lucu, dan pun mulai dikatakan gila oleh istrinya tammy (shields) dan anaknya tyler (prokop), maka mau tidak mau dan harus menghadapi para hewan pintar tersebut seorang diri, lalu bagaimana nasib dan sanders dan proyek perumahannya? sudah tidak usah rebutan untuk menjawabnya, jika anda tidak bisa menebak akhir cerita ini, saya sarankan anda jangan kebanyakan nonton sinetron indonesia serta upin dan ipin.

yap, film sederhana dari brendan fraser ini memang ditujukan untuk segmen keluarga, khususnya yang masih mempunyai anak anak yang masih balita ataupun bocah yang masih belum bisa menangkap makna “dream within a dream” nya nolan dalam inception, saya sendiri tidak mengatakan film ini jelek, toh, untuk sekedar membunuh waktu di bulan puasa ini, film ini lumayan untuk disaksikan, apalagi masih ada beberapa adegan humor klisenya yang bisa membuat saya tertawa terbahak bahak, guilty as charged! film ini saya jamin tidak bermodal hingga ratusan juta dollar ala avatar-nya james cameron, karena spesial efek hewan hewan belantara yang mengamuknya pun tidak begitu banyak dan ketika ada pun seperti efek murahan terlihatnya, well, tidak bisa berharap apa apa lagi bukan, tapi mungkin satu hal yang patut kita resapi setelah menonton film ini, yaitu kita harus menjaga bumi kita, apalagi hutan hutannya yang asri, well, save our planet right? dan saya jamin anak anak anda yang masih balita pasti akan mengerti konsep “save our planet” tersebut ketika menonton film komedi sederhana ini, well enjoy then!

NB: brendan fraser nampak terlihat gendut, what happen? apakah itu spesial efek juga? hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s