Inception (Your Mind is Really the F**kin Scene of the Crime or in Other Words, One of The Nolan’s Finest!)

What is Reality?

akhirnya oh akhirnya, film yang posternya selalu saya jadikan background pada wordpress saya ini muncul juga, walau tidak sempat menonton premierenya hari jumat, saya berhasil menontonnya hari sabtu ini, oh! sulit diungkapkan kata kata, inception! lagi lagi maha karya dari sang creator atau mungkin bisa dibilang “the architect” nya film ini yaitu christopher nolan, lagi lagi nolan menyajikan sesuatu diluar batas imajinasi kita, satu cerita sederhana yang dilapisi dengan ide gila yang berlapis lapis dan diakhiri dengan ending yang… hmmm, saya hanya bisa bilang open ending mungkin, karena ending film ini adalah PR bagi kita semua yang sudah menontonnya, well! dan sampai sekarang pun saya masih memikirkan maksud dari ending terakhir film ini. intinya adalah, jika anda puas dengan karya nolan yang cukup menghebohkan dulu yaitu memento, anda harus menyaksikan inception ini, dijamin totally mind-fucking!

film ini menjadi ajang pembuktian nolan, dia tidak hanya piawai dalam meracik kisah superhero, pesulap maupun pria dengan gangguan ingatan kronis saja, tapi dia membuktikan bahwa genre film yang istilahnya berkonsep “out-of-the-box” pun bisa dia lahap dan dia suguhkan kepada kita para penonton dengan sempurna, mungkin kalimat inception yang berarti “permulaan” telah dilakukan oleh nolan kepada wachowski brother dengan cara meng-extract ide mereka yang sukses meracik the matrix trilogy dengan sempurna, kenapa saya singgung singgung the matrix? yep, inception adalah salah satu film yang lagi lagi mengusung tema “anti-reality” layaknya the matrix, dalam inception kita akan diperkenalkan kepada karakter dom cobb (dicaprio) seseorang yang piawai dalam mencuri ide seseorang di alam mimpi atau di alam bawah sadar, beserta rekannya arthur (levitt), cobb berusaha mencuri ide dari seorang pengusaha bernama saito (watanabe), tapi hal tersebut gagal dilakukan oleh cobb, karena cobb terganggu oleh proyeksi dari istrinya sendiri yang sudah meninggal yaitu mal (cotillard) yang berada di alam bawah sadarnya dan kemampuan saito dalam mempertahanan alam bawah sadarnya.

The Character that Steal the Dreams!

gagal dalam tugas terakhirnya, cobb berusaha pergi dan meninggalkan pekerjaannya tersebut, tapi ternyata hal tersebut tidak mudah, saito ternyata menginginkan jasa cobb sebagai penebusan dosa atas perbuatan cobb dan rekan rekannya pada diri saito, dan tentu saja dengan imbalan yang sesuai! betul! saito menginginkan cobb dan rekan rekannya untuk memasuki alam bawah sadar pesaingnya dalam dunia bisnis yaitu fischer (murphy) dengan tujuan bahwa cobb dan rekan rekannya dapat menanam ide awal (inception) atau ide baru yang nantinya akan menjadi inspirasi fischer dalam menjalankan roda bisnisnya sehingga persaingannya dengan saito dapat terhindarkan, lalu mulailah cobb membentuk timnya kembali dengan bantuan eames (hardy) yang dijuluki the forger rekan cobb yang pandai meniru orang (imposter), kemudian bantuan dari “the architect” yang baru yaitu ariadne (page), gadis muda yang ternyata jenius dalam menciptakan dunia alam bawah sadar yang kompleks dan rumit sehingga tidak akan disadari oleh korbannya bahwa mereka sedang mimpi, dalam kasus ini adalah fischer. lalu apakah rencana cobb berhasil? karena sejak awal proyeksi cobb akan istrinya terus menghantuinya di alam bawah sadarnya, apakah tugas cobb yang terakhir ini akan berjalan mulus? dan apa sebenarnya yang terjadi antara cobb dan istrinya di masa lalu yang selalu menghantui alam bawah sadar cobb hingga detik ini? “inception” akan menjadi jawabannya.

sebelumnya tadi telah saya singgung sedikit bahwa nolan sendiri telah melakukan inception pada wachowski brother dengan cara meng-extract ide mereka, apa hubungannya? hehe, itu hanya kelakar saya saja, toh memang, alam bawah sadar dalam pikiran cobb bagaikan dunia matrixnya neo, hanya saja nolan seperti menambahkan ide baru atau permulaan yang baru (inception) pada ide wachowski brother sehingga jalan cerita inception pun lebih kompleks dan bisa mengelabui kita, karena dalam the matrix, sangat jelas batasan antara dunia the matrix dengan kenyataan yang terjadi hanya dengan melihat “colokan” kabel ke belakang kepala, tapi dalam inception ini hanya ada satu barang yang bisa membedakan apakah cobb atau rekan rekannya yang lain sedang berada di mimpi atau di dunia nyata, barang tersebut disebut “totem” dan totem tersebut akan menjadi kunci dari ending film ini, jadi bagi anda yang belum menonton inception, perhatikan dengan sangat “cermat” akan kemunculan totem ini, apalagi totem yang dimiliki oleh cobb dan istrinya mal. pada akhirnya, film ini menyampaikan sesuatu yang menurut saya memang seperti terdengar klise jika anda sudah sudah sering menonton film film bertema “anti-reality” ini, yep, apakah ini hanya mimpi atau kenyataan? karena batasan antara keduanya sudah sangat kabur, dan tugas kita sebagai penonton untuk mencari tahu jawabannya sendiri sebagai hadiah dari nolan sang sutradara, hehe.

The Great Cast!

tidak bisa dipungkiri, nolan berhasil menciptakan sebuah film yang penuh dengan imajinasinya yang gila dan liar akan dunia mimpi, dan hebatnya lagi, film ini berhasil menghipnotis saya untuk terus mengikuti alur mimpi entah kenyataan yang dialami oleh cobb. gaya penuturan inception mirip mirip dengan the prestige, pertama-tama kita pasti akan kebingungan tapi menuju pertengahan film nolan akan menuturkan dengan perlahan lahan apa sebenarnya masalah yang sedang dihadapi cobb, kemudian masa lalu dia dengan istrinya yang menjadi kunci akan keberhasilan tugasnya yang terakhir, tenang saja, anda tidak akan dikelabui disini, layaknya shutter island atau pintu terlarang mungkin? hehe, tapi pertanyaanya adalah, apakah anda sedang berada di alam bawah sadar cobb atau bukan? hahaha, saya punya konklusi sendiri dari ending film ini, dan tentu saja tidak akan saya beritahu disini, karena dijamin akan merusak kepuasan anda yang belum menonton film ini, tapi tenang saja, seperti saya bilang di awal tadi, film ini mempunyai ending yang menjadi PR bagi kita semua, hehe, open ending! anda yang memutuskan (setidaknya sampai nolan mau bicara dan memberi pencerahan tentang ending inception ini, hehe).

untuk para aktor yang bermain disini, jangan tanya, flawless! semua memerankan perannya dengan gemilang! apalagi ellen page dan joseph gordon-levitt yang banyak menyita perhatian saya disini, sedangkan dicaprio sendiri tidak usah ditanya, entah mengapa setelah menonton film shutter island, leo seperti makin menyatu dengan karakter karakter yang total desperate sekaligus brutal, atau bahasa singkatnya, karakter dengan perasaan dan emosi yang terombang ambing, tapi saya tekankan sekali lagi inception ini bukan seperti shutter island maupun pintu terlarang, anda harus menontonnya, harus! selain jajaran cast dan cerita yang fantastis, visual effect yang memanjakan mata benar benar menjadi hidangan pembuka sekaligus penutup yang spesial di film ini, nolan berhasil menciptakan dunia imajinasi yang berasal dari mimpi cobb maupun ariadne dengan sangat indah! alam bawah sadar dan efek slow motion yang makin mendramatisir tiap scene makin mengukuhkan nolan tidak hanya piawai dalam meracik suatu script menjadi film istimewa, tapi juga piawai dalam menciptakan angle angle indah, enak, sekaligus sedap dipandang mata, intinya, sinematografinya tanpa cela! saya tidak tahu apa nolan memakai format IMAX untuk mengambil gambar seluruh adegan inception ini (karena saya tahu nolan terobsesi membuat film dengan meng-shoot semua adegan dengan kamera format IMAX semenjak the dark knight) tapi yang jelas, anda harus menonton film ini di bioskop dengan layar lebarnya agar bisa menyaksikan kehebatan film ini dengan sempurna baik dari para pemerannya, ceritanya hingga visual effectnya!

apalagi yang belum saya sebutkan? score musik di film ini? jangan ditanya, saya sendiri selalu merinding setiap kali scene berpindah ke scene alam bawah sadar cobb maupun alam bawah sadar buatan ariadne yang menakjubkan! dan lucunya nolan selalu menyisipkan sedikit humor yang nampaknya bertujuan “menyentil” kita agar sadar dan bangun dari perhatian kita yang intens demi mengerti alur cerita film ini, hehe, sulit diungkapkan, pasti anda sudah pusing membaca ulasan saya ini, lalu apa yang anda tunggu? GO WATCH AND SEE!!! hehe, enjoy “the reality” guys! :p

NB: ingat vanilla sky-nya tom cruise? mungkin bisa jadi pencerahan buat anda yang mau menonton inception :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s