The Fragile (Cold) Souls.

The Shape Of The Soul

apa jadinya jika “jiwa” kita berbentuk seperti organ tubuh lainnya, atau sebut saja berwujud! lagi lagi konsep out of the box yang ditawarkan oleh film cold souls ini, cerita mengenai dimana orang bisa menyimpan jiwanya dan hidup tanpa jiwa, atau bahkan meminjam jiwa orang lain untuk mengetahui bagaimana rasanya saja, memang terdengar absurd dan aneh sekaligus memusingkan, tapi dijamin anda akan mengerti bahkan mungkin tertawa jika sudah menonton film ini.

uniknya disini pemeran utamanya adalah paul giamatti yang berperan sebagai dirinya sendiri, seorang aktor yang sedang kesulitan untuk memerankan suatu karakter dalam drama panggungnya tersebut, dan dia menyimpulkan bahwa sudah terlalu banyak beban yang dipikul jiwanya, maka salah seorang temannya menyarankan untuk mencoba “melepas” sementara jiwanya agar beban yang dipikulnya tersebut hilang dan dia pun bisa memerankan suatu karakter tanpa terasa sulit. sayangnya setelah jiwa paul disimpan dan dia hidup tanpa jiwanya maka dia merasa aneh karena tidak merasakan apapun, serasa kosong sama sekali, maka sang dokter yang mengangani pemindahan jiwanya menyarankan pilih salah satu jiwa orang lain untuk sementara, maka paul pun memilih jiwa soerang seniman puisi dari russia, dia merasa cocok karena peran yang sedang dimainkan dalam dramanya juga berbau russia, tapi nampaknya setelah dia memakai jiwa barunya malah mengalami mimpi mimpi yang tidak diinginkannya, hingga akhirnya paul memutuskan untuk memakai kembali jiwa lamanya, tapi tanpa disangka paul, jiwa lamanya ada yang mengambilnya, dan itu adalah seseorang dari russia juga.

silakan saja tonton filmnya untuk lebih mengerti jalan cerita dark comedy yang sangat absurd ini, dimana premis ceritanya sangat unik dan simpel, jika kita bisa saling menukar nukar jiwa, apa yang terjadi? memang sulit untuk dipahami di awal film, tapi nanti anda akan mengerti dengan sendirinya, apalagi dilema paul ketika memakai jiwa seorang seniman russia, yang ternyata tidak bisa dia tangani, karena paul merasa terlalu kecil untuk menerima jiwa yang sangat “besar” pengaruhnya tersebut, overall, film ini mungkin suatu film relaksasi, dimana kita yang selalu penat akan kehidupan dan semacamnya bisa melihat apakah jika kita melepas jiwa kita sementara keadaan akan kembali damai dan tenang? maka tontonlah film ini, tidak semua hal yang kita anggap enak itu adalah benar benar enak, so, enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s