The Lovely Bones

The Lovely Saoirse Ronan

filmnya peter jackson! betul anda tidak salah, setelah gila gilaan di LOTR trilogy dan king kong remakenya, peter jackson kembali dengan mengadaptasi cerita dari buku berjudul sama karangan alice sebold, dan jangan aneh, karena yang satu ini ceritanya adalah drama, bukan perang epik antar ras, maupun monster besar yang mengamuk. tidak usah pusing, tidak usah bingung, film ini banyak mendapat kritikan juga, karena tidak cocok dengan peter jackson dan ceritanya terlalu datar, well, itu opini orang orang, bisa saja berbeda, dan setelah saya menonton filmnya pun, well, memang tidak begitu hebat, tapi tidak jelek juga, saya masih bilang lumayan kok.

the lovely bones menceritakan hidup seorang wanita muda bernama susie (ronan) yang dibunuh oleh psikopat yang tidak lain adalah tetangganya sendiri yaitu harvey (tucci) uniknya, setelah dibunuh susie dapat melihat semua kejadian yang menimpa keluarganya setelah kematian dia, yap, susie sekarang sudah ada di antara bumi dan surga, bersiap untuk pergi ke surga, tapi susie masih belum puas, dimana dia tidak suka melihat pembunuhnya bisa hidup dengan tenang, sementara keluarganya depresi berkepanjangan setelah kehilangan dirinya, maka dilemma pun menghampiri dirinya.

premis yang lumayan membuat saya tertarik, oleh karena itu dari dulu saya sudah mengincar untuk menontonnya, tapi setelah banyak yang mereview dan mengatakan jelek, hmmm, not at all, dunia di antara bumi dan surga disajikan dengan visual yang sangat berwarna, walaupun sebagian orang bilang CGI nya sangat norak, tapi bagi saya oke oke saja, siapa juga yang bisa menggambarkan surga dengan sempurna, hehe. soal cerita mungkin agak terkesan biasa saja, tapi jujur saya hanyut dalam ceritanya dan ingin tahu bagaimana nasib si pembunuh susie ini, well, walaupun endingnya bukan yang saya harapkan, tapi itu tidak masalah, karena masih tetap oke menurut saya, akting dari mark wahlberg dan rachel weisz juga tidak ada masalah bagi saya, mereka memainkan peran yang total sebagai orang tua yang depresi karena kehilangan anaknya dengan mengenaskan, tapi pelajaran yang harus diambil dari film ini sangat pas sekali, mengajarkan caranya agar kita bisa ikhlas atas apapun yang menimpa diri kita, bahkan hal yang terburuk sekalipun, enough said, not too bad peter, keep going, and enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s