Being John Malkovich (For Real!)

The Real Puppeter...

film yang judulnya terdengar aneh, pertama saya kira ini judul film ini adalah sebuah kiasan, tapi ternyata dalam arti yang sebenarnya, menjadi john malkovich! sudah pasti film seperti ini mengusung tema out-of-the-box, ini semua diluar nalar dan logika, sangat absurd dan unik sekaligus.

bercerita seorang puppeter (yang memainkan boneka kayu dengan benang-benang yang dikendalikan jari jarinya) bernama craig yang hidupnya hanya untuk bermain boneka kayu karena ketrampilannya yang unik, sayang sekali tidak ada yang mau memakainya untuk menjadi penghibur, craig pun mencari kerja dikarenakan istrinya menyuruhnya untuk mencari pekerjaan yang benar, sampai akhirnya craig diterima di sebuah perusahaan yang berkantor di sebuah gedung dan bertempat di lantai 7 1/2, yap betul, diantara lantai 7 dan lantai 8, sehingga atap lantai tersebut sangat rendah dan karyawan disana harus membungkuk untuk melakukan aktivitasnya (sudah mulai terlihat sangat absurd bukan?) hingga akhirnya craig menemukan sebuah pintu misterius di kantornya yang membawanya ke dalam tubuh seseorang yaitu john malkovich! sang artis hollywood, aneh tapi nyata, craig pun mulai mengkomersilkan temuannya dengan bantuan partner wanitanya yang lumayan aneh juga, mereka menjual jasa bagi siapapun yang ingin menjadi john malkovich dalam waktu 15 menit!

film yang sangat terdengar absurd pastinya, tapi nampak mempunyai makna, dengan menjadi seseorang yang punya pengaruh, pastinya kita akan puas, siapa yang tidak ingin menjadi seseorang yang dikenal, itulah impian craig sebenarnya, hingga akhirnya dia sadar bahwa dirinya hanyalah dirinya bukan seorang terkenal layaknya john malkovich, film ini mungkin membawa nuansa satire dalam penyuguhannya, be or not to be. dengan jajaran cast yang terbilang lumayan, seperti john cusack, cameron diaz, john malkovich, dan beberapa cameo yang unik seperti brad pitt, sean penn, hingga charlie seen, film tahun 1999 arahan sutradara spike jonze ini lumayan menghibur saya dengan temanya yang absurd dan diluar nalar kita, sekaligus memberi pesan bahwa, menjadi orang lain bukan berarti kita bisa melakukan segalanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s